Krisis Real Madrid: Valverde Masuk ke Rumah Sakit usai Bentrok dengan Tchouaméni
Ruang ganti Real Madrid dilaporkan berada dalam kondisi kacau balau setelah insiden kekerasan fisik terjadi di pusat latihan Valdebebas pada Kamis pagi. Gelandang andalan Fede Valverde harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan jahitan pada luka di wajahnya menyusul konfrontasi kedua dalam dua hari dengan rekan setimnya, Aurélien Tchouaméni.
Insiden ini menjadi puncak dari ketegangan internal yang kian memanas, mempertegas soal keruntuhan di bawah kepemimpinan pelatih Álvaro Arbeloa saat klub raksasa Spanyol ini terancam mengakhiri musim tanpa gelar untuk tahun kedua berturut-turut.
Kronologi Pertikaian
Perselisihan dimulai pada Rabu pagi, di mana kedua pemain dilaporkan terlibat adu mulut hebat yang harus dilerai oleh rekan-rekan setimnya. Namun, api permusuhan ternyata belum padam. Pada sesi latihan Kamis, suasana menjadi sangat kacau ketika Valverde dilaporkan menolak menjabat tangan Tchouaméni.
Ketegangan mencapai titik didih di ruang ganti setelah sesi latihan berakhir. Menurut laporan Marca, Valverde menuduh pemain asal Prancis itu membocorkan rincian pertengkaran hari sebelumnya kepada pers. Dalam keributan yang menyusul, Valverde terjatuh dan kepalanya membentur sudut meja, menyebabkan luka robek yang cukup dalam.
Baca juga: Komitmen Penuh, Mbappe Tangkis Kritik Usai Liburan Singkat di Italia
Valverde segera dibawa ke Rumah Sakit Blua Sanitas Valdebebas didampingi oleh Arbeloa untuk menerima jahitan. Meski klub mengonfirmasi sang pemain dalam kondisi stabil, ia didiagnosis mengalami trauma kepala dan harus beristirahat selama 10 hingga 14 hari, yang berarti ia dipastikan absen dalam laga El Clásico melawan Barcelona akhir pekan ini.
“Setelah tes yang dilakukan oleh tim medis Real Madrid terhadap pemain kami, Federico Valverde, mereka mendiagnosis cedera kepala. Valverde berada di rumah dalam kondisi baik, di mana ia harus beristirahat selama 10 hingga 14 hari, sesuai dengan protokol medis untuk diagnosis ini,” bunyi pernyataan dari tim medis Madrid
Klub dalam Kondisi Darurat
Pihak manajemen Real Madrid bertindak cepat dengan merilis pernyataan resmi pada Kamis malam:
“Real Madrid mengkonfirmasi bahwa, menyusul insiden yang terjadi pagi ini dalam sesi latihan tim utama, pihaknya telah memutuskan untuk membuka proses disiplin terhadap para pemain kami, Federico Valverde dan Aurélien Tchouaméni. Klub akan mengkomunikasikan kesimpulan pada waktu yang tepat, setelah proses internal yang relevan selesai,” tulis Real Madrid.
Manajer Umum José Ángel Sánchez dikabarkan langsung memimpin pertemuan darurat dengan seluruh skuat untuk meredam faksi-faksi yang terpecah di ruang ganti.
Baca juga: Tunda Pesta Barcelona, Brace Vinícius Bawa Madrid Bungkam Espanyol
Kabar ini menambah daftar panjang masalah internal musim ini, setelah sebelumnya beredar laporan perselisihan yang melibatkan Antonio Rüdiger dan hengkangnya Vinícius Júnior dari lapangan pada laga Oktober lalu.
Komentar Valverde
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Valverde mencoba meredam spekulasi meski tidak membantah adanya ketegangan.
"Sama sekali tidak ada satu pun rekan setim saya yang memukul saya, dan saya juga tidak memukulnya, meskipun saya mengerti bahwa lebih mudah bagi Anda untuk percaya bahwa kami berkelahi atau bahwa itu disengaja, tetapi itu tidak terjadi. Saya merasa bahwa kemarahan saya tentang situasi tersebut, frustrasi saya melihat beberapa dari kami berjuang untuk melewati akhir musim dengan kondisi yang sangat buruk, memberikan yang terbaik, mendorong saya hingga sampai pada titik berdebat dengan rekan setim,” tulis Valverde dalam pernyatannya.
Baca juga: Militao Jalani Operasi, Musim Berakhir dan Batal Main di Piala Dunia 2026
"Saya minta maaf. Saya benar-benar minta maaf karena situasi ini menyakiti saya, momen yang kita lalui ini menyakitkan. Real Madrid adalah salah satu hal terpenting dalam hidup saya dan saya tidak bisa acuh tak acuh terhadapnya. Hasilnya adalah akumulasi hal-hal yang berujung pada perkelahian yang tidak masuk akal, merusak citra saya dan menimbulkan keraguan - bagi orang-orang untuk mengarang cerita, memfitnah saya, dan membesar-besarkan insiden tersebut."
Namun, bagi publik Santiago Bernabéu, insiden ini adalah simbol nyata dari musim yang berantakan. Dengan Barcelona yang berpeluang menyegel gelar juara liga di depan pendukung mereka sendiri hari Minggu nanti, Real Madrid justru tiba dengan kondisi terluka dan terpecah secara internal.