Dari Cemoohan Jadi Tepuk Tangan, Arbeloa Puji Karakter Vinicius
Pelatih Real Madrid, Álvaro Arbeloa, memberikan pembelaan kepada bintang utamanya, Vinicius Junior, setelah sang penyerang sempat menjadi sasaran ketidaksenangan publik Santiago Bernabeu.
Dalam kemenangan tipis 2-1 atas Deportivo Alaves pada Rabu (22/4) din hari, Arbeloa memuji ketangguhan mental Vinicius yang berhasil mengubah atmosfer stadion dari cemoohan menjadi pujian.
Dari Cemoohan Jadi Tepuk Tangan
Hubungan antara Madridistas dan Vinicius memang sempat menegang di babak pertama. Rentetan hasil buruk tanpa kemenangan dalam empat laga, termasuk tersingkirnya mereka dari Liga Champions, membuat para suporter kehilangan kesabaran.
Baca juga: Vinícius dan Mbappé Bawa Real Madrid Menang Tipis atas Alavés
Namun, pemain asal Brasil itu memberikan jawaban terbaik di lapangan. Pada menit ke-50, ia melepaskan tembakan melengkung spektakuler yang menggandakan keunggulan Madrid dan seketika membungkam kritik di tribun.
Arbeloa menegaskan bahwa reaksi suporter adalah bagian dari tuntutan besar di klub seperti Real Madrid, namun ia sangat terkesan dengan cara Vinicius merespons tekanan tersebut.
“Ini bukan pertama kalinya hal ini terjadi; hal ini telah terbukti selama bertahun-tahun. Dalam beberapa bulan terakhir, Vini mampu pulih dan selalu berusaha keras di saat-saat kita menghadapi situasi yang sangat sulit. Ia mampu memikul beban tim di pundaknya,” kata Arbeloa.
"Kita tidak bisa menyangkal sikapnya yang selalu ingin lebih, mencoba lagi, dan tidak menyerah. Ia memiliki keberanian yang luar biasa. Ia adalah seorang madridista sejati; ia sangat mencintai lambang dan jersey klub. Saya sangat senang ketika penonton memberinya tepuk tangan. Itulah yang selalu saya harapkan dari hubungan ini.”
Tekanan di Santiago Bernabeu
Bagi Vinicius, ini bukan pertama kalinya ia harus berjuang merebut kembali hati para penggemar. Namun, di bawah arahan Arbeloa, sang pelatih tampaknya ingin membangun benteng perlindungan bagi para pemain kuncinya dari tekanan eksternal yang berlebihan.
Kemenangan atas Alaves ini menjadi sangat krusial bagi Madrid untuk menjaga stabilitas internal. Setelah Mbappe membuka keunggulan, gol Vinicius memberikan napas lega yang sangat dibutuhkan klub sebelum gol telat Toni Martinez sempat membuat ketegangan di menit-akhir.
“Saya tidak merasa ini sesuatu yang meluas, atau terjadi setiap hari, atau hanya tentang Vinicius. Ini adalah sesuatu yang akan kita hadapi selamanya, dengan tuntutan stadion ini dan para penggemarnya,” tambah Arbeloa
Baca juga: Arbeloa dan Bellingham Kecam Kartu Merah Camavinga, “Ini Sebuah Lelucon”
“Yang mereka inginkan adalah selalu mengeluarkan yang terbaik dari para pemain mereka. Ketika saya masih menjadi pemain, saya memahaminya dengan cara yang sama ketika saya dicemooh—sebagai tanda tuntutan, mengetahui apa yang bisa diberikan dan apa yang harus diberikan sebagai pemain Real Madrid.
“Saya senang dengan apa yang dilakukan Vinicius hari ini: mengubah cemoohan awal itu menjadi tepuk tangan. Dia telah melakukannya berkali-kali, seperti halnya pemain lain selama pertandingan hari ini. Bagi saya, itulah yang penting.”
Menatap Sisa Musim
Dengan kemenangan ini, Real Madrid tetap menjaga persaingan di papan atas La Liga, dan Arbeloa berharap momen transformasi Vinicius malam ini menjadi titik balik bagi seluruh skuad.
“Pesan saya sangat jelas: kita memiliki tuntutan dan tanggung jawab. Sesuatu yang perlu kita tingkatkan jika kita ingin mampu memenangkan LaLiga tahun depan adalah menuntut lebih banyak dari diri kita sendiri,” ucap Arbeloa
“Kita harus meningkatkan tuntutan diri kita, terlepas dari apa yang dipertaruhkan dan siapa lawannya. Kita harus mampu menuntut jauh lebih banyak dari diri kita sendiri. Untuk itu, kita perlu mulai sekarang dan berupaya untuk enam pertandingan tersisa.”
Saat Madrid bersiap menghadapi laga-laga penentu di akhir musim, dukungan penuh dari sang pelatih diharapkan mampu mengembalikan performa terbaik duet Mbappe-Vinicius yang menjadi tumpuan harapan publik Madridistas untuk meraih gelar liga.