Arbeloa dan Bellingham Kecam Kartu Merah Camavinga, “Ini Sebuah Lelucon”
Kemarahan menyelimuti kubu Real Madrid setelah tersingkir secara dramatis dari Liga Champions pada Kamis (16/4) dini hari WIB. Pelatih Alvaro Arbeloa menyebut pengusiran Eduardo Camavinga sebagai momen penentu kehancuran timnya, sementara bintang lini tengah Jude Bellingham melabeli keputusan wasit tersebut sebagai sebuah lelucon.
Mimpi Madrid untuk meraih gelar ke-16 hancur di Allianz Arena setelah kalah 4-3 dari Bayern Munich (agregat 6-4). Ketegangan memuncak di menit ke-86 ketika Camavinga menerima kartu kuning kedua yang kontroversial karena dianggap membuang bola setelah melakukan pelanggaran terhadap Harry Kane.
Marah, Kesal, dan Kecewa
Berbicara dalam konferensi pers yang emosional, Alvaro Arbeloa tidak menahan diri. Pelatih yang baru menjabat sejak Januari tersebut merasa timnya dirampok dari kesempatan untuk bersaing secara adil di menit-menit krusial.
"Saya rasa begitu, jelas sekali [kartu merah itu menentukan jalannya pertandingan]," kata Arbeloa kepada Movistar. "Anda tidak bisa mengusir pemain karena hal seperti itu. Saya rasa wasit bahkan tidak tahu bahwa [Camavinga] sudah mendapat kartu kuning."
Baca juga:
Kompany Sanjung Mentalitas Baja Bayern Usai Singkirkan Real Madrid
Drama 7 Gol di Allianz, Bayern Menang Comeback dan Singkirkan Real Madrid
Kepada TNT Sports, Arbeloa menambahkan, “Sungguh tidak bisa dipercaya bahwa Anda mengusir pemain karena tindakan ini, saya tidak percaya itu.”
“Tidak mungkin dalam permainan seperti itu, dalam pertandingan seperti itu, Anda diusir karena hal ini, dan kami merasa sangat, sangat kesal, sangat marah, sangat kecewa dan saya pikir semua ini sedikit tidak adil.”
Meskipun begitu, Arbeloa memuji anak asuhnya yang memainkan pertandingan yang hebat di Allianz Arena, unggul tiga kali mencetak tiga gol, sebelum kolaps akibat kartu merah.
“Saya pikir itu pertandingan yang hebat,” jelas Arbeloa. “Di leg kedua, kami menurunkan pemain seperti [Eder] Militao, seperti Jude Bellingham, seperti Ferland Mendy yang tidak bisa bermain di leg pertama dan saya pikir kami memainkan pertandingan yang hebat di sini.
“Kami mencetak tiga gol dan kami memiliki peluang untuk mencetak lebih banyak gol tetapi dengan kartu merah, semuanya berakhir.”
Reaksi Keras Bellingham
Kemarahan tidak hanya datang dari pinggir lapangan. Jude Bellingham, yang terlihat frustrasi sepanjang sisa pertandingan, memberikan komentar singkat namun tajam saat berjalan melewati area mixed zone.
Bellingham mengatakan kartu merah Camavinga adalah "lelucon", serta menambahkan, "Dua pelanggaran [oleh Camavinga], dua kartu kuning."
Bek Antonio Rüdiger juga mengungkapkan perasaannya. "Lebih baik tidak bicara. Kalian melihatnya, kan?" katanya.
Baca juga: Bayern Comeback atas Real Madrid, Kane: Malam yang Spesial
Titik Balik Pertandingan
Eduardo Camavinga menerima kartu kuning kedua dalam kurun waktu delapan menit setelah dianggap melakukan pelanggaran kontroversial karena terlalu lama memegang bola setelah pelanggaran, memaksa tim tamu bermain dengan 10 orang. Saat itu skor agregat imbang 4-4.
Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan skuad asuhan Vincent Kompany. Di menit ke-89, Luis Díaz menyamakan kedudukan menjadi 3-3 setelah tembakannya berbelok arah mengenai Militão.
Saat Bayer unggul agregat satu gol, Michael Olise muncul sebagai pahlawan untuk memastikan kemenangan dengan gol penentu di masa injury time (90+4'), memastikan kemenangan 4-3 bagi Die Roten dan agregat 6-4.
Tersingkirnya Madrid menandai akhir yang pahit bagi perjalanan di Eropa pertama Arbeloa sebagai pelatih kepala. Sementara itu, Bayern kini melaju ke semifinal untuk menghadapi Paris Saint-Germain, meninggalkan Madrid dengan segudang penyesalan dan kemarahan atas kepemimpinan wasit di Munich.