Kutukan penyelesaian akhir kembali menghantui Crystal Palace. Tim Inggris tersebut terpaksa menelan kekalahan pahit 2-1 di markas Strasbourg, Stade de la Meinau, dalam lanjutan fase liga UEFA Conference League. Meskipun sempat unggul lebih dulu, The Eagles gagal mengunci kemenangan setelah menyia-nyiakan sejumlah peluang emas, membiarkan tim tuan rumah bangkit melalui dua gol di babak kedua.

Kekalahan ini mengakhiri rekor tak terkalahkan Palace dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi, sekaligus menjatuhkan mereka ke posisi ke-18 di klasemen fase liga, sebuah posisi genting yang jauh dari zona aman kualifikasi otomatis.

Mitchell Bawa Palace Unggul, Tiang Gawang Menjadi Pembeda

Palace, yang melakoni debut bersejarah mereka di kompetisi Eropa musim ini, tampil di bawah tekanan hebat dari atmosfer Meinau yang membara dan penuh flare. Tuan rumah, yang dilatih oleh Liam Rosenior, menunjukkan kecepatan transisi yang berbahaya di awal laga.

Namun, The Eagles justru yang berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-35. Bek sayap kiri Tyrick Mitchell melakukan overlap dengan cerdik, menerima umpan matang dari Jean-Philippe Mateta, dan melepaskan tembakan datar menyilang yang bersarang di sudut jauh gawang kiper Strasbourg, Mike Penders.

Baca juga: Premier League Kabulkan Permintaan Arsenal & Palace untuk Perubahan Jadwal

Seharusnya, skor bisa berubah menjadi 2-0 hanya beberapa saat kemudian. Kiper pinjaman dari Chelsea, Penders, melakukan kesalahan fatal saat keluar dari sarangnya. Bola jatuh ke kaki Ismaila Sarr yang berdiri bebas. Sayangnya, tendangan Sarr ke gawang kosong dari jarak 30 yard hanya membentur tiang gawang dan memantul keluar. Sebuah momen yang akan disesali sepanjang malam.

Keajaiban Emegha dan Pukulan Telak El Mourabet

Strasbourg kembali dari kamar ganti dengan tekad yang lebih besar. Hanya delapan menit babak kedua berjalan, mereka berhasil menyamakan kedudukan.

Striker andalan mereka, Emanuel Emegha, yang sering diisukan akan pindah ke Chelsea, berhasil menyambut umpan silang mendatar dari sayap dan menyelesaikannya guna menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Drama peluang terbuang kembali menghantui Palace. Setelah kesalahan kiper Penders lainnya, bola jatuh ke kaki pemain pengganti Adam Wharton, yang sudah berhadapan dengan gawang kosong dari jarak dekat. Namun, tendangan setengah voli Wharton juga membentur mistar gawang dan melayang keluar.

Hukum sepak bola berlaku kejam pada menit ke-77. Tendangan bebas keras dari Julio Enciso juga membentur tiang gawang Vicente Guaita. Namun, kali ini, wonderkid Samir El Mourabet bereaksi paling cepat, menyambar bola pantulan untuk mencetak gol senior pertamanya dan memastikan comeback Strasbourg menjadi 2-1.

Baca juga: Bungkam AZ Alkmaar 3-1, Brace Sarr Amankan Kemenangan Bersejarah Palace

Kritik Pedas dari Oliver Glasner

Manajer Palace, Oliver Glasner, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya, menuding kegagalan timnya memanfaatkan peluang mudah sebagai penyebab kekalahan.

“Kekalahan itu berat, kekalahan yang tidak perlu. Kesalahan kami, kekhilafan kami. Kami membuang terlalu banyak peluang, kami tidak menentukan hasil pertandingan ketika seharusnya, baik di sepak bola internasional, maupun di mana pun – di Premier League pun sama saja,” tegas Glasner.

Dengan enam poin dari empat pertandingan (dua menang, dua kalah), perjalanan Crystal Palace di Conference League kini berada di persimpangan. Mereka harus segera menemukan ketajaman di depan gawang jika ingin mengamankan tempat di babak play-off gugur.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!