Dunia sepak bola Arab Saudi sedang diguncang badai internal. Di hari ulang tahunnya yang ke-41, Cristiano Ronaldo justru mendapatkan kado pahit berupa teguran publik yang sangat jarang terjadi dari otoritas Saudi Pro League (SPL). Liga secara tegas menyatakan bahwa tidak ada individu, betapapun besarnya nama mereka, yang boleh mendikte keputusan di luar klub mereka sendiri.

Pernyataan ini muncul menyusul laporan bahwa sang megabintang asal Portugal itu melakukan aksi mogok main sebagai bentuk protes atas kebijakan transfer Al Nassr di bursa Januari.

Kecemburuan Transfer dan Kedatangan Benzema

Ketegangan memuncak setelah rival bebuyutan Al Nassr, Al Hilal, sukses mendaratkan Karim Benzema dari Al Ittihad. 

Ronaldo dilaporkan merasa geram karena Al Nassr seolah dianaktirikan oleh Public Investment Fund (PIF) dalam jendela transfer musim dingin 2026 ini.

Baca juga: Benzema Resmi Pindah ke Al-Hilal dari Al-Ittihad

Meski Al Nassr telah mendatangkan nama besar seperti Joao Felix dan Kingsley Coman pada musim panas lalu, Ronaldo dikabarkan menuntut tambahan amunisi baru untuk menjaga persaingan gelar juara. 

Al Nassr saat ini hanya mendatangkan pemain muda Irak, Hayder Abdulkareem, sebuah langkah yang dinilai Ronaldo tidak cukup ambisius.

Sebagai bentuk protes, kapten tim nasional Portugal itu absen dalam pertandingan melawan Al Riyadh hari Senin lalu dan dirumorkan akan kembali absen saat laga krusial melawan Al Ittihad malam ini.

Pernyataan Tegas Liga Pro Saudi

Menanggapi gejolak tersebut, juru bicara SPL merilis pernyataan yang sangat langsung, sebuah langkah berani mengingat Ronaldo adalah wajah dari ambisi sepak bola negara tersebut.

"Liga Pro Saudi disusun berdasarkan prinsip sederhana: setiap klub beroperasi secara independen di bawah aturan yang sama. Keputusan mengenai rekrutmen, pengeluaran, dan strategi berada di tangan klub-klub tersebut dalam kerangka finansial yang dirancang untuk keberlanjutan,” bunyi pernyataan tersebut.

“Cristiano telah sepenuhnya terlibat dengan Al-Nassr sejak kedatangannya dan telah memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan ambisi klub. Seperti halnya pemain elite lainnya, dia ingin menang. Tetapi tidak ada individu – betapapun pentingnya – yang menentukan keputusan di luar klubnya sendiri.”

Otoritas liga menjelaskan bahwa dana transfer Al Nassr untuk musim ini sudah terserap habis melalui pembaruan kontrak fantastis Ronaldo hingga 2027 serta pembelian pemain di musim panas sebelumnya. Sementara itu, kepindahan Benzema ke Al Hilal dikabarkan didanai melalui investor swasta yang terpisah.

Baca juga: Ambisi Tanpa Batas, Cristiano Ronaldo Tegaskan Incar 1000 Gol

Siapa yang Memegang Kendali?

Aksi protes Ronaldo ini telah membuka perdebatan mengenai dinamika kekuasaan di Arab Saudi. Selama tiga tahun terakhir, Ronaldo dianggap sebagai pemain paling berkuasa yang mampu memengaruhi keputusan strategis klub. Namun, pernyataan terbaru dari SPL menunjukkan bahwa liga mulai menetapkan batasan demi menjaga kredibilitas kompetisi di mata dunia.

Klub Al Nassr sendiri mencoba meredam suasana dengan mengunggah ucapan selamat ulang tahun yang hangat bagi sang kapten di media sosial, namun di balik layar, masa depan CR7 mulai dipertanyakan. Dengan klausul pelepasan sebesar €50 juta, spekulasi mengenai kepindahannya ke MLS atau kembali ke Eropa mulai bermunculan jika hubungannya dengan manajemen liga tidak segera membaik.

Ini adalah momen krusial bagi proyek sepak bola Arab Saudi. Jika mereka tunduk pada tuntutan Ronaldo, integritas liga sebagai kompetisi yang adil akan dipertanyakan. Namun, jika hubungan ini pecah sepenuhnya, SPL terancam kehilangan magnet komersial terbesarnya. Malam ini di Jeddah, saat Al Nassr menghadapi Al Ittihad, daftar susunan pemain akan menjawab siapa yang sebenarnya memegang kendali.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!