Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih kepala Juventus, Luciano Spalletti, dibuat sangat dilematis setelah kekalahan dramatis 3–2 dari Sassuolo di Mapei Stadium. Ia mengakui timnya menciptakan lebih dari cukup peluang untuk membalikkan keadaan, namun pada akhirnya menyia-nyiakan hasil akibat kelengahan lini pertahanan di masa injury time.
Bianconeri, yang hanya kebobolan satu gol dalam tiga laga awal Serie A, terseret ke dalam permainan terbuka dan sengit melawan tim asuhan Alberto Aquilani. Setelah berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan, Juventus berpeluang mengamankan tiga poin. Namun, komitmen taktis yang terlalu agresif untuk menyerang di detik-detik akhir berbuah petaka ketika Vasilije Adzic, pemain pinjaman dari Juventus, mencetak gol penentu kemenangan Sassuolo lewat sepakan terakhir di laga tersebut.
Berbicara kepada DAZN Italia seusai peluit panjang, Spalletti yang frustrasi bertanggung jawab atas dorongan menyerang di menit-menit akhir sembari meratapi ketidakseimbangan taktis yang terjadi di lapangan.
"Rasanya menyakitkan karena tim sebenarnya bisa memenangkan pertandingan di akhir dan layak untuk membalikkan keadaan, namun jelas kami kehilangan keseimbangan dan hal itu seharusnya tidak terjadi," kata Spalletti.
Baca juga: Sassuolo 3-2 Juventus: Drama Menit Akhir dan Gol Adzic Benamkan Bianconeri
"Dengan delapan pemain yang maju untuk mengejar bola, tercipta celah besar di lini belakang. Padahal, sebelumnya kami sempat memiliki peluang untuk menang 3-2, jadi para pemain merasa bisa memenangkan laga ini. Saya memang mendorong mereka untuk mengejar kemenangan, namun mungkin mereka menafsirkan instruksi saya secara harfiah sehingga semua orang ikut menyerang secara bersamaan."
Spalletti menegaskan bahwa meski ia memuji keberanian timnya dalam menyerang, tim sekelas Juventus harus tetap menjaga ketenangan emosional dan disiplin posisi di bawah tekanan.
“Kita harus melihat niat positif untuk menang dengan segala cara, dan menurut saya mereka telah menciptakan situasi untuk membalikkan keadaan demi meraih tiga poin,” tambahnya.
“Namun, di saat-saat akhir, posisi kami menjadi terlalu tidak seimbang; membiarkan adanya celah seperti itu jelas merupakan kesalahan kami, tetapi hal itu bermula dari hasrat untuk menang.”
Kekalahan ini menyingkap kerentanan lini pertahanan Juventus, terutama saat transisi bertahan. Gol pembuka Sassuolo berawal dari pertahanan yang pasif mengantisipasi situasi lemparan ke dalam, sebuah area yang disorot Spalletti untuk segera diperbaiki.
"Kami kurang agresif dan garis pertahanan terlalu tinggi sehingga meninggalkan ruang-ruang tersebut, jadi kami bertanggung jawab atas hal itu," tutur Spalletti. "Ini tentu menjadi hal yang harus segera kami benahi."
Baca juga: Juventus 1-1 AC Milan: Gatti Selamatkan Bianconeri dari Kekalahan di Menit Akhir
Pilihan taktis Spalletti sendiri sangat terbatas akibat badai cedera yang menimpa deretan pemain kunci seperti Manuel Locatelli, Kenan Yildiz, Jeremie Boga, Weston McKennie, Andrea Cambiaso, hingga Khephren Thuram. Di barisan depan, penyerang Prancis Randal Kolo Muani juga kesulitan keluar dari pengawalan ketat para pemain bertahan Sassuolo.
Hasil ini menempatkan Juventus di posisi kedelapan klasemen sementara Serie A dengan koleksi tujuh poin dari empat pertandingan, tertinggal tiga poin dari Lazio yang memuncak tabel Liga Italia.