Sebuah guncangan hebat melanda ibu kota Prancis saat raksasa Paris Saint-Germain secara mengejutkan tumbang 0-1 dari rival sekotanya, Paris FC, pada babak 32 besar Coupe de France, Selasa (13/1/2026) dini hari WIB. Hasil ini tidak hanya menghentikan mimpi PSG untuk meraih treble domestik, tetapi juga mencatatkan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah modern turnamen tersebut.

Bermain di hadapan publik Parc des Princes, skuad asuhan Luis Enrique tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 70%. Namun, dominasi tersebut terbukti semu di hadapan pertahanan gerendel yang diterapkan tim promosi tersebut.

Dominasi Tanpa Gol

PSG memulai laga dengan intensitas tinggi, melepaskan total 25 tembakan sepanjang pertandingan. Namun, ketangguhan kiper Paris FC, Obed Nkambadio, menjadi mimpi buruk bagi barisan penyerang Les Parisiens. 

Nkambadio tercatat melakukan tujuh penyelamatan krusial yang membuat frustrasi pemain seperti Ousmane Dembele dan Goncalo Ramos.

Baca juga: PSG Raih Gelar Trophée des Champions Setelah Drama Penalti Lawan Marseille

Luis Enrique, yang melakukan beberapa rotasi dalam skuadnya, tampak gusar di pinggir lapangan saat melihat anak asuhnya gagal mengonversi peluang demi peluang menjadi gol.

Sengatan Kilat Ikone

Bencana bagi tuan rumah datang pada menit ke-74. Lewat skema serangan balik cepat yang sangat terorganisir melalui dua pemain penggantinya. Ilan Kebbal melepaskan umpan terobosan akurat yang membelah pertahanan PSG. Jonathan Ikone, mantan pemain didikan akademi PSG, berhasil mengejar bola dan menaklukkan kiper Lucas Chevalier dengan penyelesaian dingin.

Gol tunggal tersebut sudah cukup untuk membungkam tribun Parc des Princes. Meski PSG mencoba mengurung pertahanan lawan di sisa waktu pertandingan, skor 1-0 untuk kemenangan Paris FC tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Baca juga: PSG Tundukkan Paris FC 2-1 di Derbi Paris

Kekecewaan Luis Enrique

Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Luis Enrique menyebut hasil ini sebagai sesuatu yang tidak adil. Ia menekankan bahwa secara statistik timnya jauh lebih unggul, namun ia mengakui bahwa efektivitas adalah kunci dalam turnamen sistem gugur seperti Coupe de France.

“Kecewa dengan hasilnya dan karena tidak mencetak gol, tetapi sejauh menyangkut pertandingan itu sendiri, saya pikir itu adalah pertandingan tingkat tinggi,” kata Enrique. 

“Kami adalah tim yang lebih baik dan menciptakan banyak peluang. Di babak pertama, kami melakukan counter-press dengan baik. Saya pikir itu adalah penampilan yang sangat lengkap.”

“Saya kecewa dengan hasilnya karena kami tidak mencetak gol. Melawan Lille, saya akan dengan senang hati untuk penampilan seperti hari ini, tetapi dalam sepak bola hasil terkadang tidak adil, dan saya pikir sangat jelas bahwa kami tidak pantas mendapatkan hasil ini malam ini.”

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!