Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Dominasi Paris Saint-Germain di panggung sepak bola Eropa berlanjut. Sang juara bertahan Liga Champions sukses mengamankan trofi Piala Super UEFA kedua secara beruntun usai menaklukkan jawara Liga Europa, Aston Villa, dengan skor ketat 2-1 di Red Bull Arena, Salzburg.
Gol penentu dari Désiré Doué di babak kedua menjadi pembeda dalam duel sengit yang diwarnai drama VAR serta rekor bersejarah penyerang muda Aston Villa, Brian Madjo. Kemenangan ini membuat anak asuh Luis Enrique menyamai rekor langka AC Milan dan Real Madrid sebagai tim yang mampu mempertahankan mahkota Piala Super UEFA.
Menghadapi Aston Villa yang tampil tanpa beberapa pilar senior akibat libur tambahan pasca-Piala Dunia, PSG langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Tekanan intensif tersebut membuahkan hasil pada menit ke-20. Menerima umpan manis dari Désiré Doué, Khvicha Kvaratskhelia melakukan aksi individu menawan dengan mengecoh Matty Cash sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang Marco Bizot.
Baca juga: PSG Kurang Persiapan, Enrique Peringatkan Laga UEFA Super Cup Minim Intensitas
Kendati tertinggal, skuad asuhan Unai Emery merespons dengan keberanian tinggi. Tumpuan lini serang Villa dipercayakan kepada penyerang berusia 17 tahun, Brian Madjo, yang melakoni debut profesionalnya. Setelah berkali-kali mengancam gawang Matvey Safonov, Madjo akhirnya mencatatkan namanya di papan skor tepat sebelum turun minum.
Memanfaatkan umpan silang terukur dari John McGinn pada menit ke-45, Madjo melepaskan sepakan voli memukau yang melesak ke dalam gawang PSG. Gol tersebut menobatkan Madjo sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah penyelenggaraan Piala Super UEFA.
Memasuki babak kedua, Luis Enrique memasukkan Ousmane Dembélé untuk menambah daya gedor Les Parisiens. Keputusan taktis sang manajer terbukti jitu. Pada menit ke-61, Dembélé mengirimkan umpan terobosan akurat yang disambut dengan sprint cerdik oleh Désiré Doué sebelum menuntaskannya dengan sepakan melengkung ke tiang jauh.
Hakim garis sempat mengangkat bendera mengindikasikan posisi offside. Namun, setelah peninjauan VAR yang menegangkan, posisi Doué dinyatakan sah dan gol tersebut resmi disahkan.
Baca juga: Unai Emery Siap Bawa Aston Villa Meraih Puncak Baru di UEFA Super Cup
Villa terus berjuang menyamakan kedudukan di sisa waktu pertandingan. Peluang emas dari George Hemmings masih mampu diamankan oleh barisan pertahanan rapat PSG. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan wakil Prancis.
Hasil ini memperpanjang rekor impresif Luis Enrique yang kini telah mengoleksi 13 trofi sejak menangani klub ibu kota Prancis tersebut pada 2023. Keberhasilan mengawali musim 2026/2027 dengan raihan gelar juara menjadi modal berharga bagi PSG untuk menatap persaingan domestik dan Eropa.
Sementara bagi Unai Emery dan Aston Villa, kendati harus menelan kekalahan, penampilan pantang menyerah yang ditunjukkan para pemain muda memberikan sinyal positif menjelang bergulirnya Premier League.