Adu penalti kerap disebut sebagai ujian saraf paling mengerikan di panggung sepak bola. Ketika kerja keras selama 90 menit waktu normal dan 30 menit perpanjangan waktu tak sanggup memisahkan dua tim, takdir kejayaan harus ditentukan dari jarak 11 meter. Dalam sejarah sepak bola antarklub, momen tos-tosan ini kerap melahirkan cerita heroik dan mengukir nama klub-klub besar di atas piala-piala paling bergengsi.

Berikut adalah deretan klub elite dunia yang berhasil membawa pulang trofi juara usai memenangi adu penalti di partai final.

1. Liverpool FC – Final Liga Champions 2005 & 1984

Liverpool memiliki hubungan emosional yang sangat kuat dengan adu penalti di panggung Eropa. Momen paling legendaris terjadi pada Final Liga Champions 2005 di Istanbul. Setelah tertinggal 0-3 dari AC Milan di babak pertama dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3, The Reds memastikan gelar Liga Champions kelima mereka usai menang adu penalti 3-2 berkat aksi heroik kiper Jerzy Dudek.

Baca juga: Statistik Kemenangan Adu Penalti di Final Liga Champions UEFA dari Tahun ke Tahun

Jauh sebelum Istanbul, Liverpool juga menjadi klub pertama yang memenangi final European Cup lewat adu penalti pada tahun 1984. Bertanding di kandang lawan, Stadio Olimpico, anak asuh Joe Fagan menumbangkan AS Roma dengan skor 4-2 di babak tos-tosan.

2. Chelsea FC – Final Liga Champions 2012

Malam di Allianz Arena pada Mei 2012 menjadi salah satu kisah comeback paling luar biasa dalam sejarah Chelsea. Menghadapi Bayern Munich di kandangnya sendiri, Chelsea menahan imbang sang raksasa Jerman 1-1 hingga perpanjangan waktu usai.

Dalam babak adu penalti, penyelamatan krusial Petr Čech terhadap eksekusi Ivica Olić dan Bastian Schweinsteiger membuka jalan bagi Didier Drogba. Penyerang asal Pantai Gading itu mengeksekusi penalti penentu dengan tenang untuk membawa Chelsea menang 4-3 dan meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

3. Villarreal CF – Final Liga Europa 2021

Final Liga Europa 2021 di Gdańsk mencatatkan salah satu adu penalti terpanjang dan paling mendebarkan dalam sejarah kompetisi Eropa. Bermain imbang 1-1 melawan Manchester United hingga 120 menit, pertandingan berlanjut ke babak tos-tosan yang sangat dramatis.

Baca juga: Manager yang Juara Liga dengan Dua Tim Berbeda dalam Kurun Waktu 5 Tahun

Sebanyak 21 penendang berturut-turut sukses menjalankan tugasnya, termasuk kiper Villarreal, Gerónimo Rulli. Momen penentu terjadi saat Rulli mampu menepis eksekusi kiper Manchester United, David de Gea. Villarreal menang dengan skor fantastis 11-10 dan mengamankan trofi mayor pertama sepanjang sejarah klub.

4. Sevilla FC – Penguasa Babak Tos-Tosan Europa League

Sevilla pantas dijuluki raja Liga Europa, tak hanya karena koleksi tujuh trofinya, tetapi juga ketangguhan mereka saat laga harus ditentukan lewat titik putih. Klub asal Andalusia ini tercatat tiga kali menjuarai kompetisi tersebut melalui drama adu penalti.

Kemenangan pertama dari titik putih terjadi pada final 2007 saat menundukkan Espanyol 3-1. Keperkasaan mereka berlanjut pada final 2014 dengan mengalahkan Benfica 4-2, dan yang terbaru pada final 2023 di Budapest ketika menundukkan AS Roma asuhan José Mourinho dengan skor 4-1.

5. Steaua București – Kebangkitan Raksasa Rumania 1986

Salah satu kejutan paling membekas dalam sejarah European Cup terjadi pada final 1986 di Sevilla. Skuad non-unggulan asal Rumania, Steaua București, secara mengejutkan menahan gempuran raksasa Spanyol, Barcelona, dengan skor 0-0 selama 120 menit.

Pada babak adu penalti, penjaga gawang Steaua, Helmut Duckadam, mengukir rekor fenomenal dengan menepis seluruh empat eksekusi penalti pemain Barcelona. Steaua keluar sebagai juara dengan kemenangan penalti 2-0 dan menjadi tim Eropa Timur pertama yang merengkuh mahkota tertinggi benua biru.

6. Real Madrid – Final Liga Champions 2016

Derbi Madrid di panggung teratas Eropa pada final Liga Champions 2016 di San Siro berakhir imbang 1-1 antara Real Madrid dan Atlético Madrid. Kegagalan Juanfran mengeksekusi penalti keempat Atlético memberi celah bagi Los Blancos.

Baca juga: 

Bagaimana Taktik Pelatih Beradaptasi Saat Pindah dari Klub Kecil ke Klub Besar untuk Menjadi Juara?

Cristiano Ronaldo yang maju sebagai penendang kelima mengeksekusi bola dengan dingin untuk mengunci kemenangan penalti 5-3. Hasil ini memastikan trofi La Undécima (gelar ke-11) bagi Real Madrid.

7. Bayern Munich – Final Liga Champions 2001

Sebelum tragedi 2012, Bayern Munich pernah merasakan manisnya kemenangan dari titik putih pada final Liga Champions 2001 di San Siro kontra Valencia. Pertandingan itu sendiri diwarnai penalti di waktu normal sebelum berakhir imbang 1-1.

Di babak tos-tosan, Oliver Kahn tampil sebagai pahlawan dengan menggagalkan tiga sepakan pemain Valencia, termasuk eksekusi Mauricio Pellegrino. Bayern menang 5-4 dan mengakhiri penantian gelar Eropa selama 25 tahun.

Adu penalti terbukti bukan sekadar tentang keberuntungan semata, melainkan ujian mentalitas, ketenangan, serta ketangguhan para penjaga gawang di saat-saat paling krusial.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!