Adu penalti merupakan metode pamungkas untuk menentukan pemenang dalam pertandingan fase gugur yang berakhir imbang setelah waktu normal dan babak tambahan. 

Meski di mata awam proses ini terlihat sederhana, Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) dan FIFA menerapkan serangkaian aturan ketat dalam Hukum 10 (Determining the Outcome of a Match) dan Hukum 14 (The Penalty Kick) demi menjamin keadilan bagi kedua tim.  

Ritual Lemparan Koin dan Kesetaraan Skuad

Sebelum tendangan pertama dilakukan, wasit memimpin dua kali ritual pengundian menggunakan koin. Lemparan koin pertama menentukan gawang mana yang akan digunakan untuk seluruh eksekusi penalti. Wasit memiliki wewenang penuh memilih atau mengubah gawang demi alasan keamanan atau kondisi permukaan lapangan. Lemparan koin kedua memberikan hak kepada pemenang undian untuk memilih menjadi penendang pertama atau kedua.  

Dari aspek kelayakan, hanya pemain yang berada di dalam lapangan permainan saat peluit panjang dibunyikan, atau yang keluar sementara untuk penanganan medis, yang berhak menjadi eksekutor penalti.  

Baca juga: Daftar Klub Sepak Bola yang Memenangkan Trofi Melalui Babak Adu Penalti

Terdapat pula regulasi reduce to equalize atau penyetaraan jumlah pemain. Apabila salah satu tim mengakhiri pertandingan dengan jumlah pemain lebih sedikit akibat kartu merah atau cedera, tim lawan wajib mengeluarkan pemain dengan jumlah yang sama agar komposisinya setara. Aturan ini diterapkan agar tim yang kehilangan pemain tidak diuntungkan dengan menurunkan eksekutor terbaik mereka lebih cepat pada putaran kedua adu penalti.  

Format Best-of-Five dan Fase Sudden Death

Sesi adu penalti dilaksanakan secara bergantian antara kedua tim. Pada babak awal, masing-masing tim mendapatkan jatah lima kali tendangan. Pertandingan langsung dinyatakan selesai apabila secara matematis salah satu tim telah mencetak lebih banyak gol daripada yang mungkin dikejar oleh tim lawan dengan sisa tendangan yang ada.  

Jika skor masih imbang setelah lima penendang pertama menyelesaikan tugasnya, adu penalti berlanjut ke babak sudden death. Pada fase ini, eksekusi dilakukan secara berpasangan: tim yang mencetak gol ketika lawannya gagal pada putaran yang sama akan langsung keluar sebagai pemenang. Seluruh pemain yang berhak mengeksekusi, termasuk penjaga gawang, wajib mengambil tendangan sebelum ada pemain yang diizinkan melakukan eksekusi untuk kedua kalinya.  

Batasan Ketat Bagi Penjaga Gawang dan Eksekutor

Ketentuan mengenai pergerakan penjaga gawang menjadi salah satu aspek yang paling ketat diawasi. Saat bola ditendang, kiper wajib menyisakan setidaknya sebagian dari satu kakinya menyentuh, sejajar, atau di belakang garis gawang. Kiper juga dilarang keras melakukan gerakan provokatif yang dinilai mengganggu konsentrasi lawan secara tidak adil, seperti mengulur waktu atau menyentuh tiang dan jaring gawang.  

Baca juga: Statistik Kemenangan Adu Penalti di Final Liga Champions UEFA dari Tahun ke Tahun

Sementara bagi penendang, bola harus ditempatkan diam di titik penalti yang berjarak 11 meter dari garis gawang. Gerakan menipu (feinting) diperbolehkan saat pemain melakukan lari awal (run-up), namun dilarang keras menghentikan gerakan begitu aba-aba menendang bola selesai dilakukan. Pelanggaran atas aturan gerak tipu ilegal ini akan berbuah kartu kuning, dan eksekusi tersebut langsung dicatat sebagai kegagalan tanpa kesempatan mengulang.  

Clarification Kebijakan Double Touch dan Peran VAR

IFAB memberikan klarifikasi resmi mengenai situasi insidental seperti sentuhan ganda (double touch). Jika seorang penendang secara tidak sengaja menendang bola dengan kedua kaki bersamaan atau bola menyenggol kaki tumpunya sesaat setelah ditendang, eksekusi wajib diulang apabila bola masuk ke dalam gawang. Namun, jika bola tidak masuk, eksekusi tersebut langsung dicatat sebagai kegagalan.  

Baca juga: Manager yang Juara Liga dengan Dua Tim Berbeda dalam Kurun Waktu 5 Tahun

Seluruh proses adu penalti ini turut mendapat pengawalan penuh dari teknologi Video Assistant Referee (VAR). VAR memantau secara presisi pergerakan kaki penjaga gawang melewati garis sebelum bola ditendang, serta mengawasi potensi pelanggaran prosedural lainnya demi memastikan keabsahan setiap gol dari titik putih.  

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!