Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Juara bertahan Eropa Paris Saint-Germain bersiap membuka tirai musim baru dengan ambisi mempertahankan gelar Piala Super UEFA saat berhadapan dengan juara Liga Europa, Aston Villa, di Stadion Salzburg. Namun, di tengah ekspektasi tinggi publik sepak bola dunia, manajer PSG Luis Enrique secara terbuka meredam harapan akan lahirnya tontonan berkualitas tinggi, mengeluhkan persiapan timnya yang sangat kacau akibat imbas piala dunia.
Musim lalu, klub raksasa ibu kota Prancis itu mengangkat trofi Piala Super UEFA untuk pertama kalinya dalam sejarah klub usai menang adu penalti atas Tottenham Hotspur. Keberhasilan tersebut melengkapi kejayaan mereka di Liga Champions. Kini, upaya untuk mengukir sejarah dua kali beruntun harus diuji oleh kelelahan fisik dan jadwal latihan yang hampir tidak memadai.
Karakteristik utama dari kepusingan yang dialami Luis Enrique berakar pada keterlibatan massal penggawa PSG di ajang Piala Dunia 2026 yang baru saja usai tiga pekan lalu.
Sebanyak 15 pemain utama Les Parisiens tampil membela negara masing-masing, termasuk gelandang Fabián Ruiz yang sukses membawa Spanyol merengkuh gelar juara dunia, serta lima pemain yang membawa Prancis menembus babak semifinal dan bermain di perebutan juara ketiga.
Baca juga: Reuni Setelah 11 Tahun, PSG Resmi Rekrut Lucas Digne dari Aston Villa
Ketimpangan jadwal kepulangan pemain membuat sesi latihan taktis menjadi sangat terbatas. Pemain internasional asal Prancis, Spanyol, dan Maroko baru kembali melapor di pusat latihan pada hari Senin, hanya dua hari sebelum laga final di Austria berlangsung. Sementara itu, deretan bintang asal Brasil dan Portugal baru mendarat pekan lalu.
"Kami sangat senang berada di sini karena itu artinya kami melakukan pekerjaan luar biasa musim lalu. Namun, dari sudut pandang persiapan, kondisi ini sangat sulit dikelola," ujar Enrique.
"Dalam hal pertandingan tingkat tinggi besok, akan sangat sulit untuk melihat hal itu. Beberapa pemain kami hampir belum berlatih, tetapi mereka yang siap akan bermain. Dari segi persiapan ideal, ini jelas bukan cara yang seharusnya."
Situasi ini semakin rumit mengingat PSG juga dijadwalkan melakoni laga Trophée des Champions (Piala Super Prancis) melawan Lens hanya selang empat hari kemudian. Kendati klub berambisi menambah koleksi trofi di lemari mereka, Luis Enrique menegaskan bahwa keselamatan fisik dan puncak kondisi pemain di fase krusial akhir musim merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar.
Mantan pelatih Barcelona dan timnas Spanyol tersebut menolak untuk memaksakan stamina para pemain yang rentan mengalami cedera akibat kelelahan akumulatif dari turnamen musim panas.
Baca juga: Paris Saint-Germain Resmi Boyong Akliouche dari Monaco Senilai €50 Juta
"Kami menetapkan target yang sangat ambisius dan akan terus seperti itu," tambah Enrique. "Kami mempersiapkan musim ini secara cerdas. Kami ingin berada dalam kondisi fisik terbaik pada akhir musim, bukan di awal musim."
Pendekatan pragmatis ini mengisyaratkan bahwa PSG kemungkinan besar akan menurunkan kombinasi pemain muda dan pelapis yang telah menjalani pramusim secara penuh, sembari membatasi menit bermain bagi para pilar utama yang baru kembali.