Pep Guardiola mengaku sempat kehilangan waktu tidur demi merancang taktik jenius untuk menghentikan aksi heroik Newcastle United di menit-menit akhir, jelang laga leg pertama semifinal Carabao Cup di St James’ Park malam nanti.

Manajer Manchester City tersebut memberikan penghormatan khusus bagi ketangguhan yang ditanamkan Eddie Howe ke dalam skuad The Magpies. Mengingat Newcastle datang sebagai juara bertahan kompetisi ini, Guardiola memperingatkan bahwa atmosfer unik Tyneside dan mentalitas pantang menyerah tuan rumah menjadikan mereka salah satu lawan paling berbahaya di dunia saat ini.

"Saya tidak tidur semalam memikirkan ide jenius untuk mengalahkan Eddie Howe," ujar Guardiola sambil bercanda dalam konferensi pers pra-pertandingan. "Sejak Eddie mengambil alih, lihat berapa banyak pertandingan yang mereka menangkan di menit-menit terakhir. Kebanggaan itu ada di sana, penonton terus mendorong. Di stadion itu, segalanya terasa spesial."

Bayang-bayang Gol Masa Injury Time

Kewaspadaan Guardiola berdasar pada sejarah terkini. Newcastle tiba di babak semifinal dengan performa panas, memenangkan empat pertandingan berturut-turut yang seringkali berakhir dramatis. 

Penalti Anthony Gordon di masa injury time melawan Bournemouth akhir pekan lalu, serta gol kemenangan di menit ke-102 saat melawan Leeds United, memperkuat reputasi Newcastle sebagai tim yang memiliki napas kuda.

Baca juga: Mitoma Buyarkan Pesta Gol ke-150 Haaland saat Brighton Tahan Imbang Man City

Di sisi lain, City sedang menavigasi periode yang sedikit bergejolak. Meski sempat membantai Exeter City 10-1 di Piala FA pekan lalu, mereka kesulitan menjaga konsistensi di liga setelah mencatatkan tiga hasil imbang berturut-turut, yang membuat mereka tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen, Arsenal.

Krisis Lini Belakang dan Pemain Baru

Teka-teki taktis bagi Guardiola semakin rumit dengan daftar cedera yang menghantam jantung pertahanan. 

Tanpa John Stones, Ruben Dias, dan Josko Gvardiol, pelatih asal Catalan tersebut diperkirakan akan sangat mengandalkan pemain muda berusia 21 tahun, Abdukodir Khusanov. Bek muda yang didatangkan dari Lens ini mendapat pujian setinggi langit dari sang manajer.

"Dia adalah rekrutan papan atas," kata Guardiola mengenai Khusanov. 

"Dia sangat membantu karena kami bermain dengan garis pertahanan tinggi, dan dia menangani posisi di belakang dengan sangat baik. Dia sangat mudah dilatih dan selalu memberikan 100 persen."

Pertandingan ini juga bisa menjadi panggung lainnya bagi rekrutan Januari, Antoine Semenyo. Pemain seharga £62,5 juta dari Bournemouth yang sudah menjalani debut di laga kontra Exeter, memenuhi syarat untuk bermain setelah adanya perubahan aturan EFL baru-baru ini, memberikan dimensi fisik pada lini serang City yang menurut Guardiola banyak membuang peluang dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Man City Segel Transfer Semenyo: Amunisi Baru Senilai £62,5 Juta dari Bournemouth

Misi Merebut Kembali Takhta yang Hilang

Bagi Manchester City, Piala Liga yang sebelumnya sempat didominasi City, kini menjadi ambisi yang belum tertuntaskan. Mereka belum lagi mengangkat trofi ini sejak 2021. Dengan persaingan gelar Premier League yang mulai condong ke arah London Utara, perjalanan ke Wembley menjadi kesempatan krusial bagi City untuk mengamankan trofi musim ini.

Namun, yang menghalangi jalan mereka adalah Newcastle yang telah menyulap St James' Park menjadi benteng kokoh, tidak terkalahkan dalam 13 laga kandang terakhir. Bagi Guardiola, misinya sederhana, untuk membawa pulang hasil positif ke Etihad untuk leg kedua.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!