Tirai Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia ditutup dengan kemenangan heroik Prancis atas Kroasia. Namun, di luar gemerlap trofi yang diangkat oleh Les Bleus, sorotan utama justru tertuju pada individu-individu yang mendedikasikan penampilan terbaik mereka di panggung global. 

Rusia menjadi saksi atas munculnya legenda baru, yang paling menonjol adalah sang konduktor lapangan tengah Kroasia dan seorang remaja sensasional dari Prancis.

Sang Maestro yang Merebut Bola Emas

Penghargaan Bola Emas (Golden Ball) FIFA, yang diberikan kepada pemain terbaik turnamen, jatuh ke tangan kapten Kroasia, Luka Modrić. 

Kehebatan individu tidak harus dihiasi dengan medali juara. Modrić mungkin gagal membawa Vatreni merebut trofi setelah kalah 2-4 di final, tetapi perannya sebagai playmaker tak tergantikan. Ia adalah jantung dan paru-paru tim Kroasia, mengendalikan tempo permainan, melancarkan serangan, dan menunjukkan ketahanan fisik yang luar biasa melalui empat pertandingan fase gugur yang panjang.

Baca juga: Pemain Prancis Piala Dunia 2018

Modrić bergabung dengan daftar pemain elit, seperti Lionel Messi (2014) dan Diego Forlán (2010), yang memenangkan Bola Emas tanpa memenangkan turnamen. Penampilannya di Rusia adalah performa pribadi yang sempurna, menegaskan statusnya sebagai salah satu gelandang terhebat di generasinya.

Sensasi Muda Juara Dunia

Sementara Modrić mewakili keagungan pemain veteran, penghargaan Pemain Muda Terbaik FIFA dianugerahkan kepada ikon baru, Kylian Mbappé dari Prancis.

Di usianya yang baru 19 tahun, Mbappé tampil luar biasa, menjadi motor serangan Prancis dengan kecepatan dan insting mencetak gol yang tajam. 

Puncaknya, ia mencetak gol di Final melawan Kroasia, mengukir namanya dalam sejarah sebagai remaja kedua, setelah Pele pada tahun 1958, yang mencetak gol di partai puncak Piala Dunia. Total empat golnya di Rusia bukan hanya membantu Prancis meraih gelar, tetapi juga secara definitif mendeklarasikan kedatangan era barunya dalam sepak bola dunia.

Penghargaan Individu Lain 

Rusia 2018 juga menobatkan pemain-pemain terbaik di lini lainnya:

Sepatu Emas (Golden Boot): Harry Kane (Inggris)

Kapten Inggris ini berhasil menyabet gelar pencetak gol terbanyak dengan torehan enam gol. Meski laju Three Lions terhenti di semi-final, ketajaman Kane di depan gawang, terutama di fase grup, sudah cukup untuk mengamankan gelar individual ini.

Baca juga: Tuan Rumah Piala Dunia U17

Sarung Tangan Emas (Golden Glove): Thibaut Courtois (Belgia)

Kiper Belgia ini diakui sebagai penjaga gawang terbaik. Dengan serangkaian penyelamatan krusial dan kemampuan mengorganisir pertahanan, Courtois menjadi tembok kokoh yang membantu Setan Merah meraih medali perunggu, pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia.

Bola Perak & Perunggu

Mengiringi Modrić, Eden Hazard dari Belgia dinobatkan sebagai peraih Bola Perak, setelah menampilkan dribbling memukau dan kinerja kepemimpinan yang gemilang.

Antoine Griezmann dari Prancis melengkapi trio ini dengan Bola Perunggu, ditunjang oleh empat gol dan dua assist-nya, termasuk gol penting di final.

Rusia 2018 akan dikenang sebagai turnamen di mana kerja keras kolektif Prancis meraih kejayaan, namun penampilan memukau Luka Modrić memastikan bahwa hati dan penghargaan dunia tetap mengakui kehebatan sang maestro Kroasia.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!