Sejarah Piala Dunia U-17 FIFA adalah sebuah narasi tentang talenta yang meledak dan juga evolusi tempat di mana drama itu dimainkan.

Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 1985—saat itu masih dengan batasan usia U-16—turnamen ini telah melintasi berbagai benua, menciptakan panggung yang unik bagi setiap generasi bintang muda.

Ajang Pembibitan Bintang Dunia

Ajang perdana diselenggarakan oleh Tiongkok pada tahun 1985, menetapkan standar awal bagi kompetisi usia muda FIFA. Setelah itu, panggung global berputar ke Kanada (1987) dan kemudian Skotlandia (1989), di mana tuan rumah Skotlandia mencatat salah satu penampilan terbaik tuan rumah dengan melaju hingga partai final.

Pada tahun 1991, turnamen berubah menjadi U-17 dan bergulir ke Italia. Rotasi antar benua terus berlanjut sepanjang dekade 90-an dan awal 2000-an, melibatkan negara-negara seperti Jepang (1993), Ekuador (1995), Mesir (1997), dan Selandia Baru (1999). Masing-masing negara membawa cita rasa unik dari kultur sepak bola lokal mereka.

Baca juga: Daftar Pemain Termuda di Champions League

Pergantian milenium membawa turnamen ke Trinidad dan Tobago (2001), Finlandia (2003), dan Peru (2005). Pada era ini pula, Piala Dunia U-17 mulai menciptakan memori ikonik bagi negara tuan rumah. Misalnya, Meksiko (2011) berhasil menjuarai turnamen di hadapan publik sendiri, sebuah pencapaian langka yang juga diulangi oleh Brasil (2019).

Dalam dekade terakhir format dua tahunan, turnamen ini singgah di Korea Selatan (2007) dan kembali ke Afrika, dengan Nigeria menjadi tuan rumah pada tahun 2009. Edisi 2013 diselenggarakan di Uni Emirat Arab, diikuti oleh Chili (2015) dan India (2017).

Titik balik bersejarah terjadi pada tahun 2023. Setelah edisi 2021 dibatalkan akibat pandemi global, Indonesia mengambil alih peran tuan rumah, menandai debut mereka di turnamen ini dan menjadi salah satu momen penting bagi sepak bola Asia Tenggara. Indonesia sukses menyelenggarakan turnamen yang pada akhirnya dimenangkan oleh Jerman.

Fokus Permanen di Tengah Perubahan Radikal

Evolusi terbesar dalam sejarah tuan rumah terjadi baru-baru ini. FIFA memutuskan untuk mengubah kompetisi U-17 menjadi acara tahunan mulai tahun 2025, sekaligus memperluas jumlah tim menjadi 48. Untuk menopang ambisi dan logistik format baru ini, FIFA mengambil langkah strategis dengan menunjuk satu negara untuk menjadi tuan rumah untuk lima edisi berturut-turut.

Qatar, yang telah membuktikan kemampuannya sebagai penyelenggara acara global lewat Piala Dunia 2022, ditunjuk untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 Putra mulai dari edisi 2025 hingga 2029. Langkah ini menjamin konsistensi infrastruktur dan operasional, memungkinkan fokus FIFA beralih ke pengembangan kompetisi itu sendiri. Sejalan dengan ini, Piala Dunia Wanita U-17 juga mengadopsi format tahunan dan menunjuk Maroko sebagai tuan rumah tetap untuk lima edisi yang sama.

Baca juga: Negara yang Lolos Piala Dunia U-17 2025

Dengan demikian, Qatar kini telah menorehkan namanya sebagai tuan rumah kunci dalam babak baru pengembangan sepak bola usia muda global.

Tuan Rumah Piala Dunia U-17 FIFA

1985: Tiongkok

1987: Kanada

1989: Skotlandia

1991: Italia 

1993: Jepang

1995: Ekuador

1997: Mesir

1999: Selandia Baru

2001: Trinidad dan Tobago

2003: Finlandia

2005: Peru

2007: Korea Selatan

2009: Nigeria

2011: Meksiko

2013: Uni Emirat Arab

2015: Chili

2017: India

2019: Brasil

2023: Indonesia

2025 – 2029: Qatar

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!