Nyaris Remontada, Barcelona Tersingkir di Copa del Rey Meski Sikat Atletico 3-0
Barcelona berhasil melumat Atletico Madrid dengan skor telak 3-0 dalam laga leg kedua semifinal Copa del Rey 2025-26 pada Rabu dini hari (4/3). Namun, skor tersebut tidak cukup untuk membawa mereka ke final setelah kalah agregat 3-4 dari sang rival.
Datang dengan misi mustahil usai dihancurkan 0-4 di leg pertama di Madrid, pasukan Hansi Flick tampil kesetanan sejak peluit pertama dibunyikan. Barcelona mendominasi penguasaan bola dan memaksa Atletico bertahan total di area penalti mereka sendiri.
Marc Bernal Curi Perhatian
Tanpa diperkuat beberapa pilar karena cedera, Hansi Flick memberikan kepercayaan kepada talenta muda Marc Bernal, dan sang remaja tidak mengecewakan. Bernal mencetak dua gol yang membangkitkan harapan seisi stadion.
Baca juga: Hansi Flick Ungkap Misi Remontada Barcelona Lawan Atletico di Copa del Rey
Gol pertama lahir di babak pertama setelah ia memanfaatkan umpan matang dari Lamine Yamal. Barcelona kemudian menggandakan keunggulan melalui eksekusi penalti Raphinha setelah Pedri dilanggar di kotak terlarang.
Di babak kedua, Bernal kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk mengubah kedudukan menjadi 3-0. Namun, meski mengurung pertahanan Atletico di 15 menit terakhir, tembok kokoh yang dibangun Diego Simeone tidak goyah lagi.
Tembok Pertahanan Diego Simeone
Atletico Madrid tampil sangat defensif, sebuah taktik khas Simeone saat menghadapi tekanan besar. Meski kalah telak di laga ini, Los Colchoneros berhak melaju ke final Copa del Rey pertama mereka sejak tahun 2013.
Baca juga: Simeone Tak Mau Jemawa Meski Atletico Unggul 4 Gol Lawan Barcelona
Keberhasilan ini harus dibayar mahal dengan performa yang dikritik banyak pihak karena terlalu pasif. Namun, bagi Simeone, hasil akhir adalah segalanya. Mereka kini tinggal menunggu pemenang antara Real Sociedad dan Athletic Club untuk laga final yang akan digelar di Sevilla pada 18 April mendatang.
Barcelona kini harus segera melupakan kekecewaan ini dan mengalihkan fokus penuh ke perburuan gelar La Liga serta babak 16 besar Liga Champions melawan Newcastle United. Sementara bagi Atletico, fokus mereka adalah menjaga kebugaran para skuad demi partai final di bulan April.