Setiap akhir pekan, miliaran mata tertuju pada layar kaca untuk menyaksikan pertandingan liga-liga top Eropa. Dengan dominasi Liga Premier Inggris dan warisan sejarah klub-klub besar di sana, sangat mudah bagi para penggemar modern untuk berasumsi bahwa sepak bola adalah murni penemuan Inggris. 

Jika Anda bertanya kepada penggemar fanatik di pub London, mereka akan dengan bangga mengklaim bahwa sepak bola "pulang ke rumah" karena dari sanalah olahraga ini berasal. Namun, jika kita menelusuri sejarah ke masa yang jauh lebih kuno, kebenaran tentang siapa yang pertama kali menendang bola akan membawa kita jauh ke timur.

Sejarah mencatat bahwa hasrat manusia untuk bersaing memperebutkan bola telah ada ribuan tahun sebelum Inggris modern terbentuk.

Tiongkok Kuno dan Lahirnya Cuju

Jika kita berbicara tentang bukti sejarah tertulis paling awal mengenai permainan menendang bola, mahkota tersebut jatuh kepada Tiongkok. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi mengakui sebuah permainan Tiongkok kuno bernama Cuju (atau Tsu' Chu) sebagai bentuk paling awal dari sepak bola yang memiliki bukti sejarah konkret.  

Baca juga: Siapa Pemain Sepak Bola Terbaik Sepanjang Masa?

Cuju, yang secara harfiah berarti "menendang bola", sudah dimainkan pada abad ke-3 dan ke-2 Sebelum Masehi di bawah kekuasaan Dinasti Han. Pada awalnya, permainan ini dirancang sebagai latihan militer yang keras untuk menjaga kebugaran para prajurit Kekaisaran. 

Mereka menggunakan bola bundar yang terbuat dari kulit yang dijahit dan diisi dengan bulu atau rambut. Aturan dasarnya sangat familiar bagi kita saat ini: pemain harus menggunakan kaki dan tubuh untuk menggerakkan bola dan memasukkannya ke dalam jaring gawang, serta dilarang keras menggunakan tangan.  

Kepopuleran Cuju perlahan meledak melampaui barak-barak militer dan menjadi obsesi kekaisaran, bahkan melahirkan liga profesional beberapa abad sebelum peradaban Eropa modern mengenal olahraga terorganisir.  

Jejak Olahraga Bola di Peradaban Lain

Sementara Tiongkok memiliki klaim terkuat untuk permainan yang berpusat pada kaki, peradaban kuno lainnya juga bereksperimen dengan bola di arena mereka sendiri. Di Mesoamerika, lebih dari 3.000 tahun yang lalu, suku Aztec dan peradaban sekitarnya memainkan permainan menggunakan bola karet yang memantul, sebuah inovasi material yang belum dikenal oleh budaya kuno lainnya. 

Namun, permainan ini berisiko sangat fatal, karena terkadang berakhir dengan pengorbanan kapten tim yang kalah kepada para dewa, menjadikannya ritual religius berdarah daripada sekadar rekreasi.  

Baca juga: Mengapa Sepak Bola Menjadi Olahraga Paling Populer di Dunia?

Di daratan Eropa, peradaban Yunani Kuno memiliki permainan bernama Episkyros dan Kekaisaran Romawi memiliki Harpastum. Meskipun kedua permainan tersebut melibatkan persaingan merebut bola, aturannya jauh lebih mirip dengan olahraga rugbi masa kini, karena para pemain melempar, menangkap, dan menggunakan tangan untuk memindahkan bola melintasi lapangan.  

Revolusi di Kedai Minum London

Jika Tiongkok yang pertama kali menemukan konsep menendang bola ke gawang, mengapa Inggris selalu dinobatkan sebagai bapak sepak bola dunia? Jawabannya terletak pada standardisasi dan fondasi hukum permainan modern.

Selama Abad Pertengahan di Inggris, sepak bola dimainkan antar desa dalam bentuk "sepak bola massa" yang kacau. Permainan ini seringkali melibatkan ratusan orang dengan satu tujuan memindahkan kandung kemih babi ke lokasi tertentu, dengan sedikit aturan dan tingkat kekerasan yang tinggi. 

Memasuki abad ke-19, sekolah-sekolah asrama dan universitas di Inggris mulai merapikan permainan ini, namun setiap sekolah memiliki aturan yang berbeda-beda.  

Semuanya berubah pada malam musim gugur tanggal 26 Oktober 1863.  

Baca juga: Teknologi Garis Gawang vs VAR dalam Menentukan Penalti

Malam itu, perwakilan dari berbagai klub berkumpul di Freemasons' Tavern di kawasan Covent Garden, London. Di bawah pimpinan seorang pengacara bernama Ebenezer Cobb Morley, yang telah menyusun draf rancangan peraturan di rumahnya, kelompok ini sepakat untuk membentuk Asosiasi Sepak Bola Inggris (The FA). 

Pertemuan bersejarah ini secara resmi memisahkan olahraga sepak bola (Association Football) dari olahraga rugbi, dengan menetapkan larangan mutlak menyentuh bola dengan tangan bagi pemain outfield.  

Dari rumusan aturan di kedai minum inilah sepak bola modern lahir. Aturan yang seragam membuat olahraga ini mudah dimengerti, sehingga dengan cepat diekspor ke seluruh dunia oleh para pelaut, insinyur, dan pekerja kereta api Inggris yang bepergian melintasi benua.  

Sebuah Warisan Bersama

Jadi, negara mana yang bermain sepak bola pertama kali? Jawabannya sepenuhnya bergantung pada definisi Anda mengenai olahraga ini.

Jika yang Anda maksud adalah akar sejarah paling mentah dari kompetisi menendang bola kulit, maka penghormatan tertinggi harus diberikan kepada para prajurit Dinasti Han di Tiongkok kuno. Namun, jika yang Anda maksud adalah pertandingan 90 menit yang menampilkan 11 pemain, tendangan bebas, dan kompetisi liga yang terstruktur rapi, maka orang-orang Inggrislah arsitek utamanya.

Pada akhirnya, sepak bola bukanlah milik satu bangsa semata. Olahraga ini adalah puncak dari evolusi panjang hasrat universal manusia untuk bermain bersama, terbentang dari lapangan berdebu di Asia kuno hingga gemerlap stadion-stadion megah di Eropa masa kini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!