Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Para penggemar sepak bola di seluruh dunia sudah sangat terbiasa dengan ritme ini. Dua babak, sebuah jeda istirahat di tengah, dan durasi pertandingan yang berakhir setelah wasit meniup peluit panjang di sekitar menit ke-90.
Angka 90 ini terasa begitu sakral dan mutlak, seolah-olah diturunkan langsung oleh para penemu olahraga ini berdasarkan sains, atau dihitung secara teliti untuk mengukur batas maksimal daya tahan manusia.
Namun, kenyataannya jauh dari itu. Penentuan durasi 90 menit sama sekali tidak didasarkan pada perhitungan kebugaran, melainkan hasil murni dari sebuah negosiasi alot antara dua kelompok pria Inggris di abad ke-19.
Untuk memahami mengapa sepak bola dimainkan selama 90 menit, kita harus memutar waktu kembali ke pertengahan abad ke-19 di Inggris. Saat itu, cikal bakal sepak bola modern baru saja terbentuk, dan belum ada buku aturan universal yang mengikat semua pihak. Berbagai wilayah dan klub bermain dengan aturan mereka sendiri, dan durasi pertandingan adalah salah satu hal yang paling sering diperdebatkan sebelum kick-off.
Baca juga: Mengapa Pemain Sepak Bola Menggunakan Nomor Punggung?
Beberapa klub lebih suka bermain selama satu jam saja. Di sisi lain, Asosiasi Sepak Bola Sheffield, yang memiliki salah satu kumpulan aturan paling awal dan terstruktur, meyakini bahwa sebuah pertandingan sepak bola baru terasa sah jika dimainkan selama dua jam penuh.
Sebaliknya, klub-klub yang berbasis di London dan berafiliasi dengan Football Association (FA) yang baru terbentuk lebih menyukai permainan yang lebih singkat. Setiap kali tim dari wilayah berbeda bertemu, mereka harus menghabiskan waktu berdebat untuk menyepakati durasi laga sebelum bola pertama bisa ditendang.
Momen terobosan yang mengubah sejarah sepak bola terjadi pada tahun 1866. Sebuah pertandingan antar-asosiasi diselenggarakan antara tim dari London yang mewakili FA dan tim dari Sheffield. Sebelum pertandingan dimulai di Battersea Park, masalah klasik kembali muncul ke permukaan, yakni penentuan lama waktu bermain.
Baca juga: Negara Mana yang Pertama Kali Memainkan Sepak Bola?
Pihak Sheffield bersikeras ingin bermain selama dua jam, sementara kubu London menolak dan menginginkan durasi yang lebih pendek. Karena tidak ada pihak yang mau mengalah sepenuhnya, mereka akhirnya mencari jalan tengah.
Kedua tim membagi perbedaan tersebut dan sepakat untuk bermain selama 45 menit di setiap babaknya, sehingga total pertandingan menjadi 90 menit. Keputusan ini bukanlah eksperimen laboratorium. Dua kelompok yang berselisih paham hanya mengambil titik tengah agar permainan bisa segera dimulai.
Secara mengejutkan, format 90 menit ini terbukti sangat ideal. Durasi tersebut memberikan cukup waktu bagi pemain untuk membangun strategi, menciptakan ritme permainan, dan mencari pemenang, tanpa membuat mereka kelelahan secara ekstrem di atas lapangan basah.
Meskipun kesepakatan kompromi tersebut lahir pada tahun 1866, butuh waktu lebih dari tiga dekade bagi FA untuk meresmikannya sebagai aturan yang mengikat. Baru pada tahun 1897, FA secara resmi memasukkan format 90 menit ke dalam Hukum Permainan (Laws of the Game) sebagai standar mutlak untuk semua pertandingan sepak bola profesional.
Baca juga
Siapa Pemain Sepak Bola Terbaik Sepanjang Masa?
Mengapa Sepak Bola Menjadi Olahraga Paling Populer di Dunia?
Aturan tahun 1897 tersebut juga mulai memperkenalkan konsep perpanjangan waktu untuk turnamen dengan sistem gugur. Sejak saat itu, setiap negara yang mengadopsi olahraga ini secara otomatis menerima aturan durasi tersebut, mengubah kompromi di sebuah taman London menjadi hukum global.
Di era modern, format 90 menit terus bertahan karena sangat sempurna dengan jadwal siaran televisi komersial selama dua jam, yang memberikan ruang pas untuk waktu istirahat 15 menit serta tambahan stoppage time.
Olahraga paling populer di dunia ini rupanya dibentuk oleh sebuah kesepakatan sederhana yang terbukti mampu bertahan menghadapi perubahan zaman selama lebih dari satu setengah abad.