Pelatih Barcelona, Hansi Flick, tidak mencari alasan setelah timnya dihancurkan 4-0 oleh Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey, Jumat (13/2) dini hari WIB. 

Berbicara dalam konferensi pers pasca-pertandingan yang penuh tensi, pelatih asal Jerman itu melabeli kekalahan memalukan tersebut sebagai pelajaran besar dan peringatan bagi skuat mudanya.

45 Menit yang Menjadi Pelajaran

Barcelona tampil tak berdaya di Riyadh Air Metropolitano, kebobolan empat gol hanya dalam 45 menit pertama melalui gol bunuh diri Eric Garcia, serta aksi-aksi dari Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julian Alvarez.

Baca juga: Atletico Hancurkan Barcelona 4-0, Satu Kaki di Final Copa del Rey

Flick, yang biasanya vokal dalam membela performa timnya, kali ini tampak sangat kritis terhadap kurangnya intensitas para pemain Blaugrana di babak pertama. Ia menyoroti perbedaan gairah antara kedua tim yang sangat mencolok sejak peluit pertama dibunyikan.

Flick mengakui bahwa jarak antar lini timnya terlalu jauh, yang memudahkan Atletico mengeksploitasi garis pertahanan tinggi yang menjadi ciri khas Barcelona musim ini.

"Dengar, kami tidak bermain bagus sebagai sebuah tim. Dan ketika Anda tidak bermain seperti itu, Anda tidak bermain bagus. Ada jarak yang jauh antar pemain. Ada kurangnya tekanan," kata Flick.

"Terkadang ada baiknya belajar dari pengalaman seperti itu. Hari ini adalah peringatan, kekalahan yang berat. Kita harus menerima pelajaran ini."

Kritik Keras VAR

Meskipun menerima kekalahan secara sportif, Flick tidak bisa menyembunyikan kekesalannya terhadap keputusan VAR yang menganulir gol Pau Cubarsi di babak kedua. Gol tersebut dianggap bisa menjadi titik balik bagi Barcelona untuk memperkecil ketertinggalan.

Laga sempat terhenti selama sekitar tujuh menit saat wasit meninjau monitor, sebuah proses yang menurut Flick sangat mengganggu ritme pertandingan dan membingungkan semua orang di stadion.

“Ini kacau. Mereka harus menunggu tujuh menit,” tegas Flick.

“Mereka menemukan sesuatu dalam tujuh menit ini? Oke. Ketika saya melihat situasi ini, jelas tidak ada offside. Mungkin mereka bisa melihat sesuatu yang berbeda. Lalu beri tahu kami. Tidak ada komunikasi. Ini sangat buruk di sini.”

Baca juga: Barcelona Resmi Mundur dari Super League, Real Madrid Kini Berjuang Sendirian

Misi Remontada di Camp Nou

Meski tertinggal defisit empat gol, Flick menolak untuk mengibarkan bendera putih. Ia menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir dan mendesak para pemainnya untuk memberikan respons yang tepat pada leg kedua di Barcelona, 3 Maret mendatang.

"Kami tidak bermain bagus sejak menit pertama. Kami memiliki tim muda, tetapi itu bukan alasan. Babak kedua lebih baik… Tapi kami akan berjuang. Kami memiliki dua babak 45 menit untuk mencetak dua gol di setiap babak," ucap Flick.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!