Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Adu penalti dan tendangan titik putih di partai final selalu menjadi panggung paling kejam dalam dunia sepak bola. Pada momen bertekanan tinggi ini, reputasi besar dan status megabintang seolah tidak memberikan jaminan keselamatan. Bahkan para pemain terbaik dalam sejarah pun tak luput dari mimpi buruk ketika berhadapan langsung dengan penjaga gawang dari jarak 11 meter.
Berikut adalah kisah deretan bintang sepak bola dunia yang pernah mengalami tragedi kegagalan penalti di laga final paling krusial.
Momen kegagalan penalti paling ikonik dalam sejarah sepak bola terjadi pada partai puncak Piala Dunia 1994 di Rose Bowl, Pasadena. Roberto Baggio, pahlawan Italia sepanjang turnamen, maju sebagai penendang kelima saat Azzurri tertinggal 2-3 di babak adu penalti melawan Brasil.
Baca juga: Apakah Tim yang Menendang Pertama Selalu Menang dalam Adu Penalti?
Tembakan sang Il Divin Codino melambung jauh di atas mistar gawang Claudio Taffarel, mengunci gelar juara dunia keempat bagi Brasil dan melahirkan gambar paling memilukan dalam sejarah olahraga.
Lionel Messi mengalami salah satu malam tergelap dalam karier internasionalnya pada final Copa América Centenario 2016 melawan Cile. Setelah bermain imbang 0-0 selama 120 menit, Messi maju sebagai penendang pertama Argentina di babak adu penalti.
Eksekusi sang megabintang melayang tinggi melewati gawang. Kegagalan tersebut berujung pada kekalahan Argentina dan sempat memicu keputusan emosional Messi untuk pensiun dari tim nasional sebelum akhirnya kembali dan merengkuh kejayaan.
Kapten Chelsea, John Terry, berada hanya sejengkal dari mengangkat trofi Liga Champions pertama klub di Stadion Luzhniki, Moskow. Menghadapi Manchester United di bawah guyuran hujan deras, Terry maju sebagai eksekutor kelima. Jika gol, Chelsea dipastikan keluar sebagai juara.
Baca juga: Momen Adu Penalti Paling Dramatis dalam Sejarah Final Piala Dunia Antar Klub
Namun saat melakukan ancang-ancang, Terry tergelincir di atas permukaan lapangan yang licin, menyebabkan tembakannya membentur tiang gawang. Manchester United akhirnya bangkit dan memenangi adu penalti dengan skor 6-5.
Pahlawan Prancis di Euro 2000, David Trezeguet, berubah menjadi sosok tragis pada final Piala Dunia 2006 di Berlin kontra Italia. Maju sebagai penendang kedua Les Bleus, tembakan keras Trezeguet menghantam bagian bawah mistar gawang dan memantul keluar.
Baca juga: Daftar Klub Sepak Bola yang Memenangkan Trofi Melalui Babak Adu Penalti
Ia menjadi satu-satunya pemain yang gagal mencetak gol dalam babak adu penalti tersebut, memuluskan langkah Italia meraih trofi juara dunia dengan keunggulan 5-3.
Meski Manchester United akhirnya keluar sebagai juara, Cristiano Ronaldo hampir menjadi pesakitan pada final Liga Champions 2008 di Moskow.
Pemenang Ballon d'Or tersebut maju sebagai penendang ketiga United, namun eksekusinya yang sempat diwarnai gerak tipu berhasil ditebak dan ditepis secara luar biasa oleh kiper Chelsea, Petr Čech. Keberuntungan masih memihak Ronaldo setelah kegagalan John Terry dan Nicolas Anelka menyelamatkan United dari kekalahan.
Bermain di kandang sendiri, Allianz Arena, Bayern Munich berpeluang besar mengangkat trofi Liga Champions 2012 saat bersua Chelsea. Namun, setelah Arjen Robben gagal mengeksekusi penalti di masa perpanjangan waktu, giliran Bastian Schweinsteiger yang mengalami mimpi buruk pada babak adu penalti.
Baca juga: Statistik Kemenangan Adu Penalti di Final Liga Champions UEFA dari Tahun ke Tahun
Tembakan Schweinsteiger hanya menerpa tiang gawang, yang kemudian memberi jalan bagi Didier Drogba untuk memastikan kemenangan bersejarah bagi Chelsea.
Setiap kegagalan dari titik putih di partai final membuktikan bahwa dalam sepak bola, garis antara pahlawan dan pesakitan sangatlah tipis, tak peduli seberapa besar nama dan reputasi sang pemain.