Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Datang ke partai puncak edisi perdana Piala Dunia Antarklub FIFA tahun 2000 di Stadion Maracanã, Rio de Janeiro, Corinthians dan Vasco da Gama menyajikan salah satu pertarungan bertekanan tinggi dalam sejarah sepak bola antar-klub dunia. Bertanding di hadapan lebih dari 73.000 penonton yang memadati tribun, dua raksasa Brazil ini bertarung habis-habisan selama 120 menit tanpa gol, memaksa takdir mahkota juara ditentukan lewat adu penalti.
Hingga saat ini, pertarungan klasik pada 14 Januari 2000 tersebut tetap menjadi satu-satunya laga final dalam sejarah panggung Piala Dunia Antarklub FIFA yang pemenangnya harus ditentukan melalui titik putih.
Sesi adu penalti dibuka oleh keberhasilan kapten Corinthians, Freddy Rincón, dan penyerang legendaris Vasco da Gama, Romário, yang sama-sama menuntaskan tugasnya dengan dingin. Kedua tim saling membalas gol hingga kedudukan berimbang pada eksekusi awal.
Baca juga: Siapa Saja Juara Liga Indonesia yang Ditentukan Melalui Adu Penalti?
Momen krusial terjadi saat kiper Corinthians, Dida, membuktikan reputasinya sebagai salah satu raja penalti terbaik dunia. Dida berhasil membaca arah bola dengan sempurna untuk menepis sepakan bek Vasco, Gilberto, memberikan keunggulan berharga bagi Corinthians.
Namun, plot adu penalti kembali bergejolak ketika Marcelinho Carioca, yang berpeluang mengunci kemenangan sebagai penendang kelima Corinthians, justru mendapati bola eksekusinya ditahan oleh kiper Vasco, Helton. Suasana Maracanã seketika bergemuruh menanti eksekusi penentu dari penyerang bintang Vasco da Gama, Edmundo.
Beban mahkota dunia mendadak berpindah ke pundak Edmundo. Penyerang berjuluk O Animal tersebut mengambil ancang-ancang melangkah maju. Namun, tembakan kerasnya justru melenceng ke sisi kanan gawang, mengirim bola melebar jauh dari sasaran.
Baca juga: Kiper dengan Penyelamatan Terbanyak dalam Sejarah Adu Penalti Final Turnamen Besar
Seketika Edmundo tertunduk lesu, ribuan pendukung Corinthians yang memadati tribune Maracanã meledak dalam euforia. Kemenangan adu penalti 4-3 memastikan Corinthians keluar sebagai klub pertama yang mengangkat trofi resmi Piala Dunia Antarklub FIFA.
Aksi heroik Dida serta kegagalan dramatis di titik putih malam itu mengukuhkan laga Maracanã 2000 sebagai momen adu penalti final paling bersejarah di panggung klub dunia.