Debut Álvaro Arbeloa sebagai pelatih Real Madrid berakhri suram. Hanya berselang dua hari setelah ditunjuk menggantikan Xabi Alonso, mantan bek legendaris Los Blancos itu harus menyaksikan timnya tersingkir secara tragis dari babak 16 besar Copa del Rey, kalah 2-3 dari tim kasta kedua, Albacete.

Setelah hasil memalukan tersebut, Arbeloa muncul di hadapan media dengan sikap yang sangat tenang namun tegas. Alih-alih menyalahkan para pemain mudanya, ia justru mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan tersebut.

"Di Madrid, Imbang Saja Sudah Tragedi"

Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Arbeloa mengakui beratnya beban yang ia pikul. Ia tidak menampik bahwa kekalahan dari tim yang berada di posisi ke-17 Segunda Division adalah hasil yang sangat menyakitkan bagi klub sebesar Madrid.

“Di klub ini, hasil imbang saja sudah cukup buruk, sebuah tragedi. Bayangkan kekalahan seperti ini. Ini menyakitkan dan saya yakin semua penggemar merasa sakit hati, terlebih lagi ketika kekalahan ini terjadi melawan tim dari divisi yang lebih rendah,” kata Arbeloa.

Baca juga: Debut Pahit Arbeloa, Albacete Singkirkan Real Madrid dari Copa del Rey

“Saya hanya bisa berterima kasih kepada para pemain atas sambutan hangat yang mereka berikan dan usaha yang telah mereka lakukan hari ini. Saya mencoba untuk membangkitkan kembali semangat mereka, baik secara fisik maupun mental. Kita harus meningkatkan performa dan bersiap untuk pertandingan hari Sabtu.”

Keputusan Arbeloa untuk mengistirahatkan bintang-bintang utama seperti Kylian Mbappé dan Jude Bellingham, demi menjaga kebugaran jelang laga La Liga melawan Levante, menjadi sasaran kritik tajam. Namun, pelatih berusia 42 tahun itu bersikeras bahwa skuad yang ia turunkan seharusnya mampu membawa kemenangan.

Filosofi di Balik Kekalahan

Salah satu momen paling menarik dalam konferensi tersebut adalah ketika Arbeloa berbicara mengenai konsep kegagalan. Dengan gaya bicara yang mengingatkan publik pada mentornya, José Mourinho, ia menolak untuk terpuruk dalam rasa takut.

“Saya sudah mengatakannya kemarin. Saya tidak takut gagal dan jika Anda ingin menyebutnya demikian, saya sepenuhnya mengerti. Tetapi jika ada satu hal yang telah saya pelajari dalam hidup, itu adalah bahwa kegagalan berada di jalan menuju kesuksesan dan bukan sebaliknya,” tegasnya.

“Kekalahan ini akan membuat saya lebih baik dan akan membuat kita semua lebih baik. Sebuah titik awal di mana kita memiliki banyak ruang untuk perbaikan. Saya telah gagal berkali-kali dalam hidup saya dan saya telah mengalami eliminasi piala yang lebih buruk daripada ini. Saya berharap dapat kembali ke Valdebebas besok untuk bekerja dengan para pemain saya dan mempersiapkan pertandingan hari Sabtu dengan dedikasi yang maksimal sehingga segalanya berjalan jauh lebih baik bagi kita daripada hari ini.”

Baca juga: Xabi Alonso Ratapi Kegagalan Singkat di Real Madrid

Drama di Carlos Belmonte

Pertandingan itu sendiri berlangsung sangat dramatis. Real Madrid sempat tertinggal melalui gol Javi Villar, namun berhasil menyamakan kedudukan lewat Franco Mastantuono di masa injury time babak pertama. 

Drama memuncak di menit-menit akhir saat Jefté Betancor mencetak dua gol untuk tuan rumah, sementara gol penyeimbang Gonzalo García di menit ke-91 sempat memberi harapan semu bagi Madrid sebelum akhirnya Jefté mengunci kemenangan Albacete di menit ke-94.

Kapten Dani Carvajal, yang masuk sebagai pemain pengganti, tampak terpukul namun mendukung penuh sang pelatih baru. 

“Hari ini kami mencapai titik terendah. Kami tersingkir oleh tim Segunda División dan selamat kepada mereka. Mulai besok, kami harus lebih kritis terhadap diri sendiri secara individu dan kolektif. Kami masih punya waktu untuk membalikkan keadaan musim ini. Kami memiliki dua kompetisi fantastis untuk diperjuangkan. Tim saat ini tidak dalam kondisi terbaiknya dan kami harus bekerja keras,” ujarnya.

"Kita semua harus memberikan lebih banyak lagi dan itulah kenyataannya. Itulah pesannya: kita harus mengerahkan semua kemampuan. Kami juga meminta maaf kepada para penggemar dan kami, terutama saya sendiri, belum berada di level dan ekspektasi klub ini. Kami berjanji akan memberikan yang terbaik dalam pertandingan selama beberapa bulan ke depan agar situasi ini dapat dibalikkan."

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!