Kejutan terbesar dalam sejarah modern Copa del Rey baru saja terjadi di Estadio Carlos Belmonte. Real Madrid, sang raksasa Eropa, harus menelan pil pahit setelah ditaklukkan oleh tim kasta kedua, Albacete, dengan skor dramatis 3-2 pada babak 16 besar, Kamis dini hari WIB.

Laga ini sedianya menjadi panggung pembuktian bagi Álvaro Arbeloa dalam debutnya sebagai pelatih utama Los Blancos. Namun, apa yang seharusnya menjadi awal era baru justru berubah menjadi malam tragedi, sebagaimana disebut Arbeloa usai laga, yang membuat Madrid kehilangan kesempatan meraih trofi kedua mereka musim ini setelah sebelumnya gagal di Supercopa de España.

Imbang di Babak Pertama

Albacete, yang saat ini berjuang di papan bawah Segunda División, tampil tanpa rasa takut. Mereka berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-42 melalui sundulan tajam Javi Villar yang memanfaatkan skema sepak pojok. Gol tersebut sempat membungkam para pendukung Madrid yang menempuh perjalanan jauh ke Castilla-La Mancha.

Baca juga: Xabi Alonso Ratapi Kegagalan Singkat di Real Madrid

Namun, Madrid sempat memberikan secercah harapan sebelum jeda. Di masa injury time babak pertama, pemain muda Franco Mastantuono menunjukkan insting pemangsa dengan menyambar bola muntah hasil sundulan Dean Huijsen. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum, dan banyak yang mengira Madrid akan bangkit di babak kedua.

Gol Penentu di Menit Akhir

Babak kedua justru menjadi panggung bagi Jefté Betancor. Penyerang Albacete tersebut masuk sebagai pemain pengganti dan langsung mengubah jalannya laga. Pada menit ke-82, ia melepaskan tembakan keras yang membawa Albacete kembali unggul 2-1.

Madrid merespons dengan memasukkan beberapa pemain senior, dan tampaknya laga akan berlanjut ke babak tambahan setelah Gonzalo García mencetak gol penyama kedudukan lewat sundulan kepala pada menit 90+1.

Namun, Carlos Belmonte meledak pada menit ke-90+4. Dalam skenario serangan balik yang dramatis, Jefté Betancor kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kalinya, memastikan kemenangan 3-2 bagi Albacete. Ini adalah kemenangan pertama Albacete atas Real Madrid sepanjang sejarah klub mereka.

Baca juga: Era Baru di Bernabeu: Arbeloa Siap Bertarung demi Warisan Real Madrid

Sebuah Tragedi

Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Arbeloa tidak menutupi rasa kecewanya. “Di klub ini, hasil imbang saja sudah cukup buruk, sebuah tragedi. Bayangkan kekalahan seperti ini. Ini menyakitkan dan saya yakin semua penggemar merasa sakit hati, terlebih lagi ketika kekalahan ini terjadi melawan tim dari divisi yang lebih rendah,” katanya. 

“Kita tahu betapa sulitnya menghadapi tim mana pun dan kita melihatnya pada pertandingan melawan Talavera. Mulai sekarang kita harus meningkatkan performa. Jika ada yang bertanggung jawab atas kekalahan ini, itu adalah saya, karena sayalah yang membuat keputusan mengenai susunan pemain, bagaimana kita ingin bermain, perubahan pemain, dan lain-lain.”

“Saya hanya bisa berterima kasih kepada para pemain atas sambutan hangat yang mereka berikan dan usaha yang telah mereka lakukan hari ini. Saya mencoba untuk membangkitkan kembali semangat mereka, baik secara fisik maupun mental. Kita harus meningkatkan performa dan bersiap untuk pertandingan hari Sabtu.”

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!