Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) secara mengumumkan menunjuk legenda Barcelona dan Spanyol, Xavi Hernández, sebagai pelatih kepala baru Tim Nasional Pria Belanda. Juru taktik berusia 46 tahun tersebut menandatangani kontrak berdurasi empat tahun yang akan mengikatnya hingga selesainya gelaran Piala Dunia 2030.
Penunjukan Xavi menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Belanda. Ia tercatat sebagai pelatih asing pertama yang menukangi De Oranje dalam 48 tahun terakhir, sejak pelatih asal Austria, Ernst Happel, memimpin Belanda hingga ke final Piala Dunia 1978.
Xavi mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Ronald Koeman, yang mengundurkan diri setelah langkah Belanda terhenti di babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti dari Maroko.
Ini menjadi kali kedua Xavi menggantikan posisi Koeman dalam karier kepelatihannya, setelah sebelumnya melakukan hal serupa di Barcelona pada November 2021.
Baca juga: Gagal Total di Piala Dunia, Koeman Mundur dari Kursi Kepelatihan Belanda
Penunjukan ini sekaligus mengakhiri pencarian intensif KNVB setelah beberapa nama lain seperti Arne Slot, Erik ten Hag, dan Peter Bosz memilih fokus di level klub.
Direktur Sepak Bola Elite KNVB, Nigel de Jong, mengungkapkan bahwa filosofi sepak bola Xavi sangat selaras dengan identitas timnas Belanda.
"Setiap siklus baru menuntut kita untuk meninjau kembali ke mana arah tujuan kita, apa yang diperlukan untuk mencapainya, serta siapa pelatih kepala yang tersedia dan paling tepat untuk peran tersebut. Sebagai pemain, Xavi telah merasakan dan memenangkan segalanya, termasuk Piala Dunia, berbagai gelar juara liga, serta gelar Liga Champions," tegas De Jong.
“Sebagai pelatih, ia telah ditempa oleh pengalaman bertahun-tahun bekerja sama dengan para pelatih papan atas yang memiliki visi sepak bola yang sangat selaras dengan gaya permainan yang kami inginkan bagi tim nasional Belanda: mengambil inisiatif serta memainkan sepak bola yang dominan dan atraktif, dipadukan dengan fleksibilitas yang dituntut dalam sepak bola modern di level tertinggi.”
"Xavi meyakini prinsip-prinsip dasar ini, telah menerapkannya, dan menjadikannya bagian dari dirinya sendiri. Semua itu, dipadukan dengan kepribadiannya serta caranya menjalin hubungan dengan para pemain dan mengeluarkan potensi terbaik dari tim, menjadikannya pilihan yang tepat untuk tahun-tahun mendatang."
Kendati berasal dari Spanyol, Xavi memiliki keterikatan filosofis yang sangat kuat dengan tradisi sepak bola Belanda.
Tumbuh dan berkembang di akademi La Masia milik Barcelona, gaya permainan Xavi sangat dipengaruhi oleh ajaran legenda Belanda seperti Johan Cruyff dan Rinus Michels.
Dalam pernyataan resminya, Xavi mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa atas kepercayaan yang diberikan oleh KNVB.
“Merupakan suatu kehormatan besar bisa menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda,” ujar Xavi. “Sebagai seseorang yang ditempa di akademi FC Barcelona, dengan pengaruh kuat dari sosok-sosok seperti Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa memiliki ikatan istimewa dengan sepak bola Belanda. Bisa dibilang, dalam arti tertentu, saya adalah 'anak' dari sepak bola Belanda.
“Pelatih-pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal, yang di bawah asuhannya saya menjalani debut di Barcelona, serta Frank Rijkaard, juga telah berperan penting dalam membentuk diri saya, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih.”
Baca juga: Louis van Gaal Buka Peluang Tangani Timnas Belanda untuk Kali Keempat
“Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas yang sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang yang mengandalkan penguasaan bola, serta penuh kreativitas, semangat, dan keyakinan,” lanjut Xavi.
“Tentu saja, tujuan utamanya selalu untuk meraih kemenangan, namun saya lebih memilih mencapainya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan enak ditonton. Potensinya ada, begitu pula fondasi yang kuat untuk dikembangkan. Saya sangat antusias untuk memulai tantangan ini bersama para pemain, staf, dan semua orang di KNVB.”
Tugas pertama Xavi bersama Oranje akan dimulai pada September mendatang saat Belanda menjamu Jerman dan Serbia dalam ajang UEFA Nations League di Johan Cruyff Arena, Amsterdam.
Dengan durasi kontrak hingga 2030, tugas utama Xavi adalah memimpin regenerasi skuad Belanda, bersaing di Euro 2028, serta mengakhiri duka panjang Belanda di panggung Piala Dunia 2030 mendatang yang akan diselenggarakan di Spanyol, Portugal, dan Maroko.