Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pengangkatan Xavi Hernández sebagai pelatih kepala tim nasional Belanda menandai babak baru yang sarat ambisi bagi De Oranje.
Berbicara dalam sesi perkenalan resminya di KNVB Campus, Zeist, mantan maestro lini tengah Spanyol tersebut menegaskan komitmennya untuk mengusung sepak bola menyerang yang memikat, sembari menekankan bahwa kemenangan tetap menjadi muara utama dari segala taktik yang ia terapkan.
Xavi, yang menandatangani kontrak berdurasi empat tahun hingga Piala Dunia 2030, memahami betul ekspektasi tinggi publik Belanda terhadap sepak bola berbasis penguasaan bola.
Namun, pria berusia 46 tahun itu menggarisbawahi bahwa keindahan gaya bermain tanpa efektivitas tidak akan cukup untuk membawa piala. Ia menegaskan bahwa timnya hadir bukan sekadar untuk menghibur penonton, melainkan untuk membangun mentalitas juara yang tangguh.
"Kami memiliki banyak pemain berbakat, namun hal terpenting bagi saya adalah membangun sebuah tim dan kelompok yang solid; secara permainan, kami ingin membentuk tim yang sangat berani untuk mendominasi pertandingan dan mengambil inisiatif saat menguasai bola," kata Xavi.
Baca juga: Xavi Resmi Ditunjuk Sebagai Pelatih Timnas Belanda Hingga Piala Dunia 2030
"Di saat yang sama, tujuan kami adalah menunjukkan kepada semua orang sebuah tim yang memiliki semangat, hasrat, dan ambisi. Hal ini sangat penting bagi saya sebagai pelatih.
"Kami hadir di sini untuk bersaing, menikmati permainan, dan meraih kemenangan. Saya tegaskan, kami di sini untuk menang. Saya sangat meyakini proyek ini. Saya sangat percaya pada para pemain dan saya sangat antusias untuk memulainya."
Penunjukan Xavi mencatatkan sejarah tersendiri karena ia menjadi pelatih asing pertama yang memimpin Belanda dalam 48 tahun terakhir, sejak Ernst Happel pada 1978. Walau berpaspor Spanyol, Xavi mengaku memiliki keterikatan filosofis yang erat dengan tradisi sepak bola Belanda.
Tumbuh di akademi La Masia yang kental dengan pengaruh Johan Cruyff dan Rinus Michels, serta pernah dipoles langsung oleh Louis van Gaal dan Frank Rijkaard, ia merasa pemikirannya sudah sangat sejalan dengan identitas Oranje.
“Saya paham betul bahwa saya adalah orang asing di sini, namun saya banyak belajar dari gaya permainan Belanda; dan apa yang telah saya pelajari itu ingin saya kontribusikan kembali kepada federasi ini,” tambah Xavi.
Baca juga: Gagal Total di Piala Dunia, Koeman Mundur dari Kursi Kepelatihan Belanda
“Saya hadir untuk membantu seluruh pemain dan staf. Saya ingin membangun sebuah keluarga besar demi meraih kemenangan. Inilah tujuan utama dan target kami saat ini sebagai tim pelatih, khususnya bagi saya pribadi selaku pelatih kepala.
“Saya menyadari posisi saya dan merasakan adanya tekanan ini, tetapi saya justru menyukai tekanan semacam itu karena saya adalah seorang pemenang. Hal itulah yang selalu saya tunjukkan sepanjang karier saya, baik sebagai pemain maupun pelatih, dan kini saya sudah siap.”
Tugas berat langsung menanti sang juru taktik baru. Debut resmi Xavi di bangku cadangan Belanda akan tersaji dalam laga sengit UEFA Nations League melawan Jerman yang ditukangi Jürgen Klopp di Johan Cruyff Arena, Amsterdam.
Pertandingan tersebut akan menjadi ujian awal sejauh mana Xavi mampu memadukan estetika penguasaan bola dengan insting membunuh yang ia janjikan kepada publik sepak bola Belanda.