Tuchel Janji Hubungi Pemain Terdampar Inggris Demi Rencana Besar Piala Dunia
Di tengah kesuksesan sempurna Tim Nasional Inggris mengakhiri kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026, pelatih kepala Thomas Tuchel kini mengalihkan fokusnya dari lapangan hijau ke telepon genggam. Arsitek asal Jerman itu telah mengonfirmasi bahwa ia akan secara pribadi menghubungi para pemain bintang yang belakangan ini tersingkir dari skuad, memberikan mereka peta jalan yang jelas untuk kembali ke timnas sebelum turnamen akbar tahun depan.
Inggris menyelesaikan kualifikasi mereka dengan fantastis, memenangkan seluruh delapan pertandingan Grup K tanpa kebobolan satu gol pun, sebuah rekor pertahanan yang mencengangkan di Eropa. Dominasi ini telah memunculkan skuad inti yang kuat, namun di saat yang sama, meninggalkan nama-nama besar di luar lingkaran dalam.
Transparansi Tuchel Menjelang Maret
Dalam sesi wawancara setelah kemenangan 2-0 atas Albania yang memastikan rekor bersih The Three Lions, Tuchel menekankan pentingnya komunikasi yang transparan, terutama mengingat jeda internasional berikutnya baru akan datang pada Maret 2026.
"Pertama-tama, adalah tugas saya sekarang untuk melakukan kontak dengan semua orang, pemain seperti Trent (Alexander-Arnold)," ujar Tuchel, merujuk pada full-back Real Madrid yang baru-baru ini absen, sementara mantan rekan setimnya, Jarell Quansah, mendapat kesempatan debut.
"Pemain-pemain yang ada di daftar panjang kami, sekitar 55 hingga 60 pemain, saya harus menghubungi mereka, menjelaskan mengapa mereka tidak ada di sini. Menjelaskan kepada mereka apa yang harus mereka lakukan, di mana mereka bisa meningkatkan diri," tambahnya.
Baca juga: Tuchel Akan Tinjau Ulang Reaksi Amarah Bellingham
Meskipun dalam kamp-kamp sebelumnya Tuchel sempat membuat keputusan mengejutkan dengan mencoret nama-nama besar seperti Jude Bellingham dan Phil Foden untuk memberi kesempatan kepada pemain yang memiliki ritme permainan lebih baik, ia kini berjanji untuk memberikan kejelasan yang dibutuhkan para pemain pinggiran tersebut.
"Apakah mereka bahkan bisa melakukan sesuatu [untuk kembali], atau apakah ini hanya sekadar pilihan? Ini adalah pekerjaan saya dalam beberapa minggu dan bulan ke depan," jelas Tuchel.
Peta Jalan Kembali untuk Pemain
Keputusan Tuchel meminggirkan pemain sekaliber Alexander-Arnold dan Grealish telah memicu perdebatan sengit di media Inggris. Khusus untuk Alexander-Arnold, Tuchel telah menunjukkan kepercayaan pada pemain yang lebih muda dan lebih serbaguna seperti Quansah.
Tuchel mengindikasikan bahwa ia lebih menyukai komunikasi tatap muka atau setidaknya panggilan video agar bisa melihat ekspresi pemain, daripada hanya melalui telepon biasa.
"Lebih baik di FaceTime. Setidaknya saya bisa melihat ekspresi, dan mendapatkan perasaan untuk orang tersebut. Atau saya harus mengunjungi mereka, mengunjungi tempat latihan, lapangan latihan," jelas pelatih berusia 52 tahun tersebut..
Baca juga: Inggris Menang 2-0 atas Albania, Jadi Tim Eropa Pertama dengan Rekor Sempurna
“Kita bisa melakukan kunjungan kelompok. Kita bisa mengunjungi Jude (Bellingham) dan Trent. Dan mengunjungi klub-klub. Dan beberapa di antaranya akan kita hubungi. Kita lihat saja nanti.”
"Dengar, kita baru saja menyelesaikan kamp ini dan saya rasa penting bagi saya untuk menghubungi semua orang, bahkan mereka yang jarang kita pilih, untuk memberi tahu mereka di mana mereka berada dan memberikan umpan balik yang jujur."
Janji untuk memberikan umpan balik yang jujur dan jelas ini menunjukkan komitmen Tuchel untuk menjaga persaingan di skuad tetap sehat dan memastikan bahwa setiap pemain di dalam daftar panjangnya memiliki harapan yang realistis untuk masuk ke dalam daftar final Piala Dunia.
Dengan musim kompetisi klub Eropa yang kini memasuki fase krusial, peluang bagi pemain-pemain yang terpinggirkan untuk memaksa kembali ke dalam rencana Tuchel kini terletak pada performa klub mereka selama empat bulan ke depan, sebelum kamp latihan terakhir pada Maret.