Spanyol Bungkam Peru 3-1 dalam Uji Coba Terakhir Jelang Piala Dunia
Tim nasional Spanyol sukses menutup rangkaian persiapan Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Peru di Estadio Cuauhtémoc. Hasil positif ini menjadi suntikan modal berharga bagi skuad asuhan Luis de la Fuente, setelah sempat tampil kurang menggigit dalam laga imbang melawan Mesir dan Irak baru-baru ini.
Gol cepat dari Mikel Oyarzabal dan penyelesaian berkelas dari Pedri langsung memegang kendali permainan di babak pertama, sebelum gol bunuh diri kiper Peru, Pedro Gallese, semakin memperlebar jarak. Meski Jairo Velez sempat memperkecil ketertinggalan untuk Peru di menit-menit akhir, kemenangan La Roja sama sekali tidak tergoyahkan.
Start Kilat dan Dominasi Lini Tengah
Tanpa kehadiran Lamine Yamal dan Nico Williams yang diistirahatkan akibat cedera hamstring ringan, beban kreatif dipikul oleh para pemain senior Spanyol. Mereka langsung menjawab tantangan tersebut bahkan sebelum laga berjalan genap satu menit.
Sesaat setelah sepak mula, Spanyol langsung memeragakan permainan penguasaan bola khas mereka. Aliran bola yang mengalir deras tertuju pada Mikel Oyarzabal yang berdiri bebas. Kapten Real Sociedad itu tanpa ragu melepaskan tembakan melengkung indah dari luar kotak penalti yang bersandar telak di gawang Pedro Gallese. Gol internasional ke-25 Oyarzabal ini merusak seluruh rencana taktis yang telah disiapkan Peru.
Baca juga: Rodri Jagokan Yamal Sabet Ballon d'Or di Masa Depan
Peru, yang absen di putaran final Piala Dunia tahun ini, mencoba membalas lewat permainan fisik yang agresif. Namun, trio lini tengah Spanyol, Rodri, Fabián Ruiz, dan Pedri, benar-benar mematikan opsi serangan balik tim tamu.
Dominasi tersebut kembali membuahkan hasil pada menit ke-33. Ferran Torres meliuk-liuk di sisi kanan sebelum melepaskan umpan silang mendatar yang akurat ke dalam kotak penalti. Pedri membaca arah bola dengan sempurna, menyelinap di antara dua bek Peru untuk mencetak gol dari jarak dekat sekaligus menggandakan keunggulan sang juara Eropa sebelum turun minum.
Rotasi Pemain dan Petaka Gallese
Unggul nyaman 2-0, De la Fuente memanfaatkan jeda babak pertama untuk mengistirahatkan pilar utamanya sekaligus menguji kedalaman skuad. Unai Simón, Aymeric Laporte, Fabián Ruiz, dan Oyarzabal ditarik keluar untuk memberikan menit bermain kepada David Raya, Eric García, Dani Olmo, dan Yéremy Pino.
Perubahan komposisi ini tidak mengurangi intensitas tekanan Spanyol. Baru tujuh menit babak kedua berjalan, sebuah nasib sial bagi Peru praktis menyudahi sisa perlawanan di laga ini. Yéremy Pino yang tampil lincah menusuk dari sisi sayap dan melepaskan umpan silang deras ke mulut gawang. Berada dalam posisi sulit, kiper veteran Peru, Pedro Gallese, justru secara tidak sengaja membelokkan bola ke dalam gawangnya sendiri. Skor berubah menjadi 3-0.
Baca juga: Spanyol Ditahan Imbang 1-1 oleh Irak Sebelum Bertolak ke Amerika Utara
Unggul tiga gol membuat laga ini berubah menjadi simulasi pra-turnamen yang klasik: menghemat tenaga, menghindari benturan berisiko, dan menguji fleksibilitas taktik di dataran tinggi Meksiko. Namun, penurunan intensitas bermain sempat memberi celah kecil bagi lawan.
Gol Hiburan dan Tatap Laga Pembuka
Peru enggan menyerah begitu saja di hadapan para pendukungnya yang memadati stadion. Pada menit ke-65, La Bicolor berhasil memanfaatkan longgarnya koordinasi di lini belakang Spanyol yang telah banyak dirotasi. Lewat skema serangan balik cepat, Marcos López melepaskan umpan terobosan akurat yang dikonversi dengan dingin oleh Jairo Vélez untuk menaklukkan David Raya. Gol hiburan yang layak didapatkan oleh Peru.
De la Fuente memasukkan Gavi, Mikel Merino, dan Martín Zubimendi untuk menenangkan permainan dan mengunci sisa waktu dengan penguasaan bola yang steril hingga peluit panjang berbunyi.
Secara keseluruhan, ini adalah performa profesional yang sangat dibutuhkan oleh kamp Spanyol. Meskipun clean sheet mereka harus ternoda di babak kedua, cairnya transisi permainan Spanyol menunjukkan bahwa mereka berada di grafik performa puncak pada waktu yang tepat. Dengan Tanjung Verde, Arab Saudi, dan Uruguay yang sudah menanti di fase grup, La Roja tampak sangat siap untuk memburu bintang Piala Dunia kedua mereka.