Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malagò, membongkar dinamika di balik layar penunjukan kembali Roberto Mancini sebagai pelatih kepala tim nasional Italia. Di tengah kekhawatiran akan adanya penolakan dari para pemain akibat keputusan Mancini yang sempat hengkang ke Arab Saudi tiga tahun lalu, Malagò mengonfirmasi bahwa kapten tim nasional Gianluigi Donnarumma memberikan dukungan penuh atas keputusan tersebut.
Namun, kebahagiaan atas kembalinya stabilitas internal Gli Azzurri harus dibayangi oleh krisis geopolitik sepak bola yang jauh lebih besar. Malagò memperingatkan bahwa hubungan antara UEFA dan FIFA kini berada dalam kondisi konflik yang diprediksi akan semakin memburuk dalam beberapa hari mendatang.
Pernyataan Malagò menjadi jawaban tegas atas spekulasi mengenai keretakan di tim nasional. Pengangkatan Mancini sempat diwarnai drama pengunduran diri Paolo Maldini dari posisi Direktur Teknik lantaran ketidakcocokan visi.
Situasi semakin rumit setelah pencalonan Andrea Pirlo dibatalkan akibat keterlibatannya sebagai duta merek perusahaan taruhan asal Rusia yang dilarang di Italia.
Baca juga: Roberto Mancini Sampaikan Permohonan Maaf Usai Kembali Menukangi Timnas Italia
Keputusan Malagò untuk memadukan Mancini di kursi pelatih dan Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknik Club Italia terbukti ampuh meredakan gejolak di tubuh tim.
Kepastian dukungan dari Donnarumma dan deretan pemain senior memberikan modal berharga bagi pasangan baru ini untuk segera membenahi performa tim nasional yang tengah terpuruk usai kegagalan melangkah ke putaran final Piala Dunia.
"Semalam, Gigio Donnarumma mengirimkan pesan singkat kepada saya yang berbunyi: 'Presiden, terima kasih, ini adalah sesuatu yang persis saya dan tim harapkan,'” kata Malagò
“Setelah konferensi pers kemarin, Gabriele Gravina (mantan Presiden FIGC) menelepon saya dan berkata, ‘Bagus sekali, ini persis seperti yang akan saya lakukan, memilih Mancini dan Ranieri.’”
Di luar urusan internal Gli Azzurri, Malagò memberikan gambaran mengkhawatirkan terkait eskalasi perselisihan antara badan pengelola sepak bola Eropa dan dunia.
Konflik memuncak setelah Presiden FIFA Gianni Infantino meluncurkan proposal penjualan sebagian saham komersial Piala Dunia kepada investor ekuitas swasta.
Malagò mengungkapkan bahwa Sekretaris Jenderal UEFA secara khusus memintanya menghadiri pertemuan darurat bersama perwakilan liga-liga top Eropa seperti Premier League, La Liga, Bundesliga, dan Ligue 1.
Baca juga: Claudio Ranieri Ungkap Misi Reformasi Akademi Sepak Bola Italia
Menurut sang Presiden FIGC, proposal investasi FIFA tersebut telah menciptakan "benteng pemisah yang tidak dapat dilalui" di antara kedua belah pihak.
"Tidak ada keraguan bahwa situasi antara UEFA dan FIFA saat ini berada dalam konflik total,” jelas Malagò. “Ini telah menciptakan tembok penghalang yang mustahil ditembus antara kedua kubu.
“Besok akan ada pertemuan bersama seluruh federasi di Eropa, dan saya telah melihat sikap-sikap keras yang bermunculan dari berbagai pihak."
Dengan eskalasi politik yang kian memanas menuju tenggat waktu pembahasan proposal FIFA pada bulan September, FIGC di bawah kepemimpinan Malagò dipastikan harus menavigasi dua medan pertempuran sekaligus: mengembalikan kejayaan teknis tim nasional di lapangan serta mempertahankan posisi diplomasi Italia dalam jajaran elite sepak bola Eropa.