Spanyol tertahan 1-1 oleh Irak dalam laga uji coba terakhir mereka di kandang sebelum Piala Dunia FIFA 2026. Pertandingan yang berlangsung di Estadio Riazor, Kamis malam, ini berakhir mengecewakan bagi juara Eropa tersebut yang gagal mengonversi dominasi permainan menjadi kemenangan.

Manajer Spanyol, Luis de la Fuente, melakukan rotasi besar-besaran dalam susunan pemain. Tanpa kehadiran pilar utama seperti Lamine Yamal, Nico Williams, dan Rodri yang diistirahatkan demi menjaga kebugaran, La Roja tampil dengan wajah baru yang kesulitan membongkar pertahanan disiplin Irak hingga peluit akhir berbunyi

Gol Pembuka Spanyol

Dominasi Spanyol terlihat jelas sejak peluit dibunyikan, dengan permainan berbasis penguasaan bola yang menjadi ciri khas mereka membuat Irak terus ditekan sejak awal. Gol pemecah kebuntuan tercipta pada menit ke-16, sebuah pergerakan yang memamerkan keluwesan tim Spanyol ini.

Baca juga: Fokus Piala Dunia, Rodri Tunda Pembicaraan Kontrak di Man City

Aymeric Laporte, yang mengatur tempo dari lini belakang, mengirimkan bola terobosan tajam ke lini tengah. Sebuah tipuan cerdik dari Borja Iglesias membiarkan bola mengalir ke arah Ferran Torres dari operan Dani Olmo. Sang kapten tetap tenang, melakukan tusukan ke dalam kotak penalti, dan melepaskan penyelesaian akhir yang klinis untuk membawa tuan rumah unggul 1-0.

Respon Cepat Irak 

Tepat ketika penonton tuan rumah di Riazor mulai merasa nyaman, Irak memberikan kejutan. Pada menit ke-27, tim tamu melakukan transisi vertikal yang cepat dan membuat pertahanan Spanyol lengah.

Umpan panjang yang terukur dengan sempurna dari Hussein Ali menemukan Merchas Doski yang berlari kencang di sisi kiri. Dari sudut yang sempit dan hampir mustahil, bek Irak tersebut melepaskan tendangan melengkung ke arah gawang. Bola mengecoh kiper Spanyol, Joan García, yang posisinya sedikit maju, dan bersarang tepat di pojok atas gawang. Itu adalah gol yang lahir dari keberanian dan dieksekusi dengan presisi tinggi—sebuah momen yang menyamakan kedudukan dan membuat pendukung tim tamu bersorak kegirangan.

Kebuntuan Taktis

Sisa pertandingan menyaksikan Spanyol meningkatkan intensitas serangan, menguasai 66% penguasaan bola dan dua kali membentur tiang gawang, satu melalui upaya keras Torres dan satu lagi melalui Alex Baena. Namun, disiplin pertahanan Irak terbukti sulit ditembus.

Baca juga: Tanpa Pemain Real Madrid, Spanyol Umumkan Skuad Piala Dunia 2026

Di bawah arahan taktik yang matang, tim tamu mampu menyerap gelombang tekanan dengan menerapkan blok rendah yang rapat, membuat juara Eropa tersebut frustrasi. Meskipun melakukan serangkaian pergantian pemain, termasuk memberikan debut internasional kepada beberapa wajah baru, Spanyol tidak mampu mencetak gol kemenangan.

Catatan Akhir

Meskipun hasil ini mungkin dikategorikan sebagai "kejutan" dalam peringkat, konteks pertandingan menceritakan kisah yang berbeda. Bagi Spanyol, ini adalah perpisahan yang tenang, kesempatan untuk menguji kedalaman skuad dan menjaga kebugaran pemain sebelum tantangan sesungguhnya dimulai di babak grup Piala Dunia.

Bagi Irak, hasil imbang ini adalah pernyataan niat yang besar. Setelah menjalani babak kualifikasi yang luar biasa yang mengakhiri penantian 40 tahun untuk kembali ke Piala Dunia, pasukan asuhan Graham Arnold membuktikan bahwa mereka tidak hanya datang untuk sekadar berpartisipasi.

Saat Spanyol menyeberangi Atlantik, mereka memiliki banyak hal untuk direnungkan mengenai ketajaman mereka di sepertiga akhir lapangan. Sementara itu, Irak meninggalkan Galicia dengan hasil yang membuktikan bahwa, pada hari yang tepat, mereka mampu menandingi tim-tim terbaik di dunia.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!