Berakhir sudah hajatan terbesar sepak bola sejagat. Bersamaan dengan keberhasilan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Argentina 1-0 di MetLife Stadium, FIFA secara resmi mengumumkan deretan peraih penghargaan individu turnamen.

Jika trofi berlapis emas 18 karat jatuh ke tangan La Roja, panggung penghargaan individu pun praktis menjadi milik armada Luis de la Fuente. Dipimpin oleh sang dirigen lini tengah, Rodri, Spanyol menyapu bersih hampir seluruh kategori penghargaan utama, menyisakan hanya satu gelar hiburan bagi sang rival benua biru, Prancis.

Golden Ball: Singgasana Tertinggi Milik Rodri

Jenderal lapangan tengah Manchester City dan timnas Spanyol, Rodri, resmi dinobatkan sebagai pemain terbaik dan berhak membawa pulang trofi Golden Ball. Ini menjadi puncak pembuktian luar biasa bagi sang gelandang, yang belum genap dua tahun lalu sempat dihantam cedera parah robek ACL.

Baca juga: Dari 'Neraka' Cedera Lutut ke Puncak Dunia: Rodri Sempurnakan Mahkota Sepak Bola

Sepanjang turnamen, Rodri menjadi detak jantung permainan Spanyol. Di laga final melawan Argentina, ia mencatatkan akurasi operan mencapai 95% dan menjadi pemain dengan sentuhan terbanyak ketiga, yang membuatnya diganjar predikat Player of the Match. 

Rodri sukses mengungguli jagoan gaek Argentina, Lionel Messi, yang harus puas dengan Silver Ball di usia 39 tahun, disusul oleh Kylian Mbappé dari Prancis yang menempati peringkat ketiga untuk membawa pulang Bronze Ball.

Golden Boot: Mbappé Sang Predator Ulung

Satu-satunya penghargaan tertinggi yang luput dari genggaman Spanyol adalah Golden Boot. Sepatu emas turnamen edisi kali ini resmi menjadi milik mesin gol Prancis, Kylian Mbappé.

Meski Les Bleus harus puas menyudahi turnamen di peringkat keempat setelah kalah dramatis 6-4 dari Inggris di laga perebutan tempat ketiga, ketajaman Mbappé sama sekali tidak meredup. 

Baca juga: Jadi Pahlawan Spanyol di Piala Dunia, Torres: Takdir Kami Sudah Tertulis

Sang striker menorehkan statistik mengerikan dengan menggelontorkan 10 gol hanya dari 8 pertandingan. Jumlah tersebut membuatnya finis nyaman di puncak daftar top skor, disusul oleh Lionel Messi yang mengemas 8 gol, serta Jude Bellingham dan Erling Haaland yang membuntuti di belakangnya dengan torehan masing-masing 7 gol.

Kiper & Pemain Muda Terbaik

Keberhasilan Spanyol melaju hingga tangga juara tak lepas dari lini pertahanan mereka yang kelewat solid. Maka tidak mengherankan jika dua pos penghargaan sektor defensif jatuh ke pelukan penggawa tim Matador.

Penjaga gawang utama mereka, Unai Simón, resmi dinobatkan sebagai peraih Golden Glove. Kiper milik Athletic Bilbao ini tampil layaknya tembok perkasa di bawah mistar dengan membukukan 7 clean sheet di sepanjang turnamen dan secara fantastis hanya kebobolan satu gol saja sebelum partai final.

Melengkapi pesta individu Spanyol, Pau Cubarsí dinobatkan sebagai Best Young Player atau Pemain Muda Terbaik turnamen. Dunia sepak bola resmi menyaksikan lahirnya legenda baru di lini belakang karena di usianya yang masih sangat belia, bek tengah asal Barcelona ini tampil begitu matang. 

Baca juga: De la Fuente Tagih Janji Cucurella: Tato Wajah Sang Pelatih Harus Segera Dibuat!

Puncaknya terjadi di laga final, di mana Cubarsí sukses mematikan pergerakan duet maut Lionel Messi dan Julian Alvarez dengan mencatatkan 6 sapuan tertinggi di laga tersebut.

Belanda melengkapi daftar pemenang dengan meraih Trofi Fair Play FIFA, yang diberikan kepada tim yang finis pertama dalam klasemen fair play turnamen.

Turnamen 104 pertandingan perdana di Amerika Utara yang dihadiri oleh hampir 6,9 juta pasang mata ini telah resmi ditutup. Spanyol pulang membawa mahkota juara dunia kedua mereka, sementara nama-nama seperti Rodri dan Mbappé menancapkan tinta emas mereka dalam buku sejarah sepak bola modern.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!