Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Penyerang Spanyol Ferran Torres menegaskan bahwa "takdir telah tertulis" setelah dirinya mencetak gol tunggal dramatis yang membawa La Roja meraih kejayaan Piala Dunia 2026 dengan menumbangkan Argentina 1-0.
Masuk sebagai pemain pengganti, bintang Barcelona itu memecah kebuntuan pada menit ke-106 di babak perpanjangan waktu untuk menobatkan Spanyol sebagai penguasa baru sepak bola dunia.
Sepanjang turnamen di Amerika Utara ini, Torres harus melewati badai kritik dan kehilangan tempatnya di starting line-up.
Baca juga: De La Fuente Puji Kebersamaan Skuad Usai Spanyol Jadi Kunci Juara Piala Dunia
Namun, momen magis di MetLife Stadium menghapus semua keraguan tersebut, menyejajarkan namanya dengan legenda sekelas Andres Iniesta sebagai pencetak gol kemenangan Spanyol di final Piala Dunia.
“Pada akhirnya, itu melegakan sekali. Saya rasa saya menghadapi banyak kritik sepanjang Piala Dunia, tetapi saya percaya, seperti yang sudah saya katakan, takdir sudah tertulis,” kata Torres.
“Syukurlah, Tuhan selalu memberi saya kekuatan untuk terus maju dan, pada akhirnya, seperti yang saya katakan, Tuhan memberikan sesuatu kepada mereka yang paling pantas mendapatkannya.”
Dominasi Spanyol di laga final sejatinya sangat masif dengan melepaskan total 24 tembakan, dibandingkan dua milik Argentina.
Namun, ketangguhan lini belakang Argentina dan performa luar biasa kiper Emiliano Martínez sempat membuat frustrasi anak asuh Luis de la Fuente. Momentum berbalik total setelah gelandang Argentina, Enzo Fernández, diusir keluar lapangan akibat kartu kuning kedua di penghujung waktu normal.
Memasuki paruh kedua perpanjangan waktu, Torres menyambar bola umpan dari Nico Williams di dalam kotak penalti dengan sepakan kaki kiri yang menghujam keras ke dalam gawang Argentina.
"Saya merasa gol ini lahir dari 47 juta orang, bukan hanya kami yang berada di lapangan ini," kata penyerang berusia 26 tahun tersebut.
Baca juga: De la Fuente Tagih Janji Cucurella: Tato Wajah Sang Pelatih Harus Segera Dibuat!
"Hari ini takdir telah tertulis, kemenangan ini memang diciptakan untuk kami. Kami berada jauh dari rumah, tetapi kami berusaha sedekat mungkin dengan rakyat kami di Spanyol."
Menghadapi sang juara bertahan yang dipimpin oleh kapten legendaris Lionel Messi diakui Torres memberikan tekanan mental yang sangat besar bagi skuad muda Spanyol.
"Laga final selalu berjalan sulit. Ketika Anda menghadapi Messi di tim lawan, rasa gugup itu pasti mengintai," aku Torres.
"Namun, pada akhirnya kami tetap setia pada filosofi kami, pada gaya sepak bola kami sendiri, dan saya pikir kami berhasil membuktikannya lagi hari ini."
Dengan kemenangan bersejarah ini, Spanyol tidak hanya merengkuh trofi Piala Dunia kedua mereka, tetapi juga memperpanjang rekor fantastis mereka menjadi 38 pertandingan beruntun tanpa kekalahan di kancah internasional. Bagi Torres, malam di New Jersey menjadi bukti sahih dari keteguhan mental sebuah tim yang menolak untuk menyerah pada keadaan.