Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, menyebut skuad asuhannya sebagai tim paling kompak di dunia setelah La Roja mengalahkan Argentina 1-0 pada laga final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife.
Gol tunggal pemain pengganti Ferran Torres di babak perpanjangan waktu memutus perlawanan sang juara bertahan sekaligus memastikan trofi Piala Dunia kedua bagi Spanyol.
Kemenangan ini menyempurnakan dominasi Spanyol di panggung internasional usai sebelumnya menjuarai Euro 2024.
De la Fuente, yang mencatatkan rekor sebagai pelatih tertua yang menjuarai Piala Dunia di usia 65 tahun, mengutarakan bahwa rasa persaudaraan dan solidaritas di dalam tim menjadi pondasi utama dari kejayaan tersebut.
Baca juga: Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Kalahkan Argentina 1-0 di Perpanjangan Waktu
"Di masa lalu, orang-orang terkejut mengetahui bahwa para pemain sepak bola juga berbakat, terampil, dan memiliki kepribadian yang baik," kata De la Fuente.
"Kami adalah tim yang paling kompak dan itu berkat orang-orang yang memiliki solidaritas dan nilai-nilai luhur."
Spanyol mengontrol jalannya laga lewat penguasaan bola sejak awal. Tekanan bagi Argentina semakin berat saat gelandang Enzo Fernández mendapat kartu merah usai menerima kartu kuning kedua di akhir babak kedua.
Meski harus bertarung hingga menit ke-106 untuk membobol gawang Emiliano Martínez yang tampil gemilang dengan 11 penyelamatan, De la Fuente menekankan ketenangan anak asuhnya sebagai kunci pembeda.
"Saya sangat bangga dengan generasi pemain sepak bola ini yang tumbuh dengan filosofi ini, tetap setia padanya, membuatnya lebih baik lagi, dan memberikan contoh sebagai sebuah tim dan keluarga – mereka adalah pemain sepak bola kelas dunia yang luar biasa dengan bakat yang istimewa," ujar De la Fuente.
"Saya sangat terharu. Melihat ke belakang dan memikirkan mereka, kita telah memenangkan segalanya, benar-benar segalanya, dengan generasi pemain ini."
Baca juga: Bekuk Prancis 2-0, De la Fuente: Spanyol Hidupkan Kembali Semangat Juara 2010
Keberhasilan Spanyol disempurnakan oleh rekor pertahanan luar biasa. Sepanjang turnamen, gawang Spanyol yang dikawal Unai Simón hanya kebobolan satu gol, menjadi rekor pertahanan terbaik sepanjang sejarah bagi tim yang menjuarai Piala Dunia.
Dominasi Spanyol kian lengkap setelah Rodri dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Turnamen (Golden Ball), Pau Cubarsí meraih gelar Pemain Muda Terbaik, dan Unai Simón menyabet Golden Glove.
Lewat torehan 38 laga tak teralahkan di semua kompetisi, generasi emas di bawah arahan Luis de la Fuente kini resmi mengukuhkan diri di puncak tertinggi sepak bola dunia.