Tuan rumah Piala Dunia 2026, Meksiko, menyudahi rangkaian uji coba bulan Maret dengan hasil imbang 1-1 melawan Belgia di Soldier Field. Laga ini menjadi ujian akhir bagi pelatih Javier Aguirre dan Rudi Garcia sebelum mereka merampingkan skuad menjadi 26 pemain untuk putaran final musim panas mendatang.

Meksiko sempat mendominasi babak pertama dan unggul lebih dulu, namun kebangkitan Setan Merah di awal babak kedua memastikan kedua tim pulang dengan membawa catatan evaluasi penting. Bagi El Tri, hasil ini menunjukkan stabilitas pertahanan yang cukup baik, sementara bagi Belgia, ini adalah bukti kedalaman kreativitas mereka meski tanpa Romelu Lukaku.

Meksiko Buka Keunggulan

Di bawah cuaca Chicago yang cukup dingin, Meksiko langsung menerapkan strategi high-press yang agresif sejak peluit pertama. Julian Quinones menjadi motor serangan yang berulang kali merepotkan lini belakang Belgia yang dikawal Axel Witsel.

Baca juga: Meunier Sanjung Rudi Garcia Bawa Angin Segar ke Skuad Belgia

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-19. Berawal dari sepak pojok melengkung yang dilepaskan Brian Gutierrez, terjadi kemelut di depan gawang Matz Sels. Bola liar jatuh tepat di hadapan Jorge Sanchez yang dengan sigap menyambar bola masuk ke gawang. Gol tersebut disambut gemuruh ribuan pendukung Meksiko yang memadati stadion ikonik tersebut.

Meksiko nyaris menggandakan keunggulan sebelum jeda andai tembakan keras Quinones tidak ditepis secara akrobatik oleh Sels. Hingga babak pertama usai, Belgia tampak kesulitan mengembangkan permainan dan belum mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Respon Kilat Dodi Lukebakio

Memasuki babak kedua, Rudi Garcia melakukan penyesuaian taktik yang instan. Hanya 43 detik setelah laga dimulai kembali, Belgia berhasil menyamakan kedudukan. Youri Tielemans melepaskan umpan diagonal akurat ke sisi kanan yang diterima dengan sempurna oleh Dodi Lukebakio.

Penyerang sayap Sevilla tersebut melepaskan tembakan melengkung indah yang bersarang di pojok atas gawang Raul Rangel. Gol berkelas ini mengubah dinamika pertandingan menjadi jauh lebih berimbang.

Masuknya Jeremy Doku di pertengahan babak kedua semakin meningkatkan intensitas serangan Belgia. Kecepatan Doku memaksa Jorge Sanchez menerima kartu kuning karena pelanggaran keras. Meski kedua tim melakukan serangkaian pergantian pemain, skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Baca juga: CONCACAF Gold Cup 2025: Meksiko Kalahkan AS 2-1 di Partai Final

Menuju Pengumuman Skuad Final

Pertandingan ini menandai berakhirnya periode eksperimen bagi kedua pelatih. Javier Aguirre kini harus menghadapi keputusan sulit, terutama terkait kebugaran beberapa pemain kuncinya seperti Edson Alvarez yang masih dalam masa pemulihan cedera engkel.

Meksiko akan tergabung di Grup A bersama Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Republik Ceko. Sementara itu, Belgia akan memimpin Grup G yang dihuni oleh Mesir, Iran, dan Selandia Baru. Kedua tim dijadwalkan akan mengumumkan daftar final 26 pemain mereka pada akhir Mei, sebelum berkumpul kembali di kamp pelatihan pusat masing-masing.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!