Sang Legenda Kembali, Hagi Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Rumania
Federasi Sepak Bola Rumania (FRF) resmi mengumumkan penunjukan legenda terbesar mereka, Gheorghe Hagi, sebagai pelatih kepala tim nasional pada Senin kemarin. Pria berusia 61 tahun yang dijuluki "Maradona dari Karpatia" ini kembali ke kursi kepelatihan Tricolori, tepat 25 tahun setelah ia memulai karier manajerialnya di tempat yang sama.
Hagi ditunjuk untuk menggantikan mentor sekaligus sosok yang memberinya debut internasional, mendiang Mircea Lucescu. Lucescu meninggal dunia awal bulan ini pada usia 80 tahun, tak lama setelah Rumania gagal melaju ke Piala Dunia 2026 usai kalah tipis dari Turki di babak play-off.
"Lahir untuk Menang"
Dalam konferensi pers perdananya di Bucharest, Hagi menunjukkan ambisi yang meledak-ledak, ciri khas yang membuatnya menjadi salah satu pemain terbaik dunia di era 90-an.
Baca juga: Penantian 24 Tahun Berakhir, Turki Kembali ke Piala Dunia usai Kalahkan Kosovo
“Tujuan kami adalah memenangkan setiap pertandingan. Tujuan kami adalah memenangkan Nations League. Tujuan kami adalah lolos ke Piala Eropa [pada tahun 2028],” kata Hagi.
“Saya dilahirkan untuk menang, bukan hanya untuk sekadar hidup. Apakah kalian tidak tahu motto saya?”
Hagi menandatangani kontrak berdurasi empat tahun yang akan menjaganya tetap di kursi kepelatihan hingga siklus Piala Dunia 2030. Presiden FRF, Răzvan Burleanu, menyatakan bahwa federasi telah melakukan beberapa upaya selama bertahun-tahun untuk membawa pulang Hagi, dan akhirnya kesepakatan tercapai di momen krusial ini.
Menuntaskan Tugas 25 Tahun Lalu
Kembalinya Hagi ke tim nasional membawa rasa penasaran yang mendalam. Pada tahun 2001, hanya sebulan setelah pensiun sebagai pemain di Galatasaray, Hagi langsung ditunjuk menjadi pelatih Rumania. Namun, masa jabatan pertamanya hanya bertahan empat laga dan berakhir dengan kegagalan di babak play-off Piala Dunia 2002 melawan Slovenia.
Dua dekade kemudian, Hagi datang dengan profil yang jauh lebih matang. Ia telah membuktikan kapasitasnya dengan membangun klub Farul Constanța (sebelumnya Viitorul) dari nol hingga menjuarai Liga Rumania, serta memiliki pengalaman melatih klub-klub besar seperti Galatasaray dan FCSB.
Baca juga: Kualifikasi Berakhir, Ini 48 Tim yang Siap Bertarung di Piala Dunia 2026
Agenda Terdekat
Tugas pertama Hagi adalah membangkitkan mentalitas skuat yang masih berduka atas kepergian Lucescu dan kegagalan ke Piala Dunia. Ia dijadwalkan akan memimpin tim dalam laga persahabatan melawan Georgia dan Wales pada bulan Juni mendatang, sebelum memulai kampanye Nations League B pada bulan September di grup yang dihuni oleh Swedia, Polandia, serta Bosnia dan Herzegovina.
Dengan kembalinya sang legenda, publik sepak bola Rumania berharap identitas permainan menyerang dan mentalitas juara yang dulu melekat pada generasi emas Hagi dapat ditularkan kepada generasi saat ini.