Kapten tim nasional Mesir, Mohamed Salah, mengeluarkan pernyataan mengejutkan dengan menyebut bahwa negaranya bukan merupakan kandidat utama juara Piala Afrika 2025 yang tengah berlangsung di Maroko.

Pernyataan ini dilontarkan bintang Liverpool tersebut setelah membantu The Pharaohs melaju ke babak perempat final melalui kemenangan dramatis 3-1 atas Benin lewat perpanjangan waktu pada Senin malam.

Realitas Skuad dan Tekanan

Meski Mesir adalah pemegang rekor tujuh gelar juara kontinental, Salah menilai peta kekuatan saat ini telah berubah. Ia menyoroti komposisi skuad Mesir yang sebagian besar dihuni oleh pemain dari liga domestik sebagai alasan mengapa mereka tidak boleh dianggap sebagai favorit utama dibandingkan negara-negara seperti Senegal atau tuan rumah Maroko.

Baca juga: Mesir Bungkam Perlawanan Gigih Benin 3-1 Melalui Perpanjangan Waktu

"Saya tidak berpikir tim nasional Mesir adalah favorit utama untuk memenangkan gelar," ujar Salah. "Kami memiliki pemain muda, dan sebagian besar dari mereka bermain di Mesir. Kami hanya berjuang untuk negara kami... tetapi setiap orang memberikan yang terbaik dan Anda bisa melihatnya hari ini".

Beberapa pengamat sepak bola menilai komentar Salah ini merupakan taktik psikologis untuk meredam ekspektasi tinggi publik Mesir dan memberikan ketenangan bagi rekan-rekan setimnya yang kurang berpengalaman di level internasional.

Performa di Lapangan Tetap Tajam

Walaupun bersikap rendah hati, Salah tetap menjadi motor serangan utama Mesir. Hingga babak 16 besar, pemain berusia 33 tahun ini telah mengemas tiga gol, termasuk gol penentu di menit-menit akhir saat melawan Benin yang memastikan langkah Mesir ke delapan besar.

Mesir menunjukkan ketangguhan mental yang luar biasa di bawah asuhan pelatih Hossam Hassan. Setelah sempat kesulitan di fase grup, mereka kini tampak lebih solid secara kolektif, meskipun Salah terus menekankan bahwa setiap pertandingan di turnamen ini terasa sangat sulit.

"Level permainannya cukup seimbang, saya sudah bilang ke tim kemarin bahwa tidak ada tim yang kalah dengan selisih empat atau lima gol. (Benin) punya tim yang bagus dan pelatih yang bagus... Saya senang kami akhirnya berhasil menang,” tambahnya.

Baca juga: Hossam Hassan Tegaskan Nyali Mesir di Babak 16 Besar Piala Afrika

Salah mencatatkan namanya dalam buku sejarah sebagai pencetak 10 gol di putaran final AFCON, menyamai rekor sang pelatih saat ini, Hossam Hassan.

Menanti Lawan di Perempat Final

Di babak perempat final yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Januari mendatang, Mesir akan menghadapi tantangan berat. Mereka menunggu pemenang antara Pantai Gading dan Burkina Faso.

Bagi Salah, turnamen edisi ini dipandang sebagai salah satu kesempatan terakhirnya untuk mempersembahkan trofi bagi negaranya setelah dua kali merasakan pahitnya kekalahan di partai final (2017 dan 2021).

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!