Roberto Mancini menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dalam konferensi pers pertamanya usai resmi diangkat kembali sebagai pelatih kepala tim nasional Italia. Kembalinya juru taktik berusia 61 tahun itu terjadi tiga tahun setelah keputusan kontroversialnya mengundurkan diri demi mengambil tawaran bernilai fantastis dari tim nasional Arab Saudi.

Mancini kembali ke kursi kepelatihan Gli Azzurri di tengah krisis terhebat sepak bola Italia, yang secara mengejutkan gagal melenggang ke putaran final Piala Dunia FIFA untuk ketiga kalinya secara beruntun. Kegagalan di babak playoff melawan Bosnia dan Herzegovina pada April lalu memicu pengunduran diri massal dari Presiden Federasi FIGC Gabriele Gravina serta pelatih Gennaro Gattuso.

Mengaku Bersalah dan Minta Pengampunan Publik

Dalam keterangan persnya, Mancini tidak ragu mengakui bahwa keretakan hubungannya dengan federasi tiga tahun lalu murni merupakan kesalahannya. Ia menyebutkan adanya hambatan komunikasi yang fatal antara dirinya dan mantan presiden federasi.

Baca juga: "Dia Seorang Pemenang": Fàbregas Sambut Kembalinya Mancini ke Timnas Italia

Ia menyadari penuh bahwa tidak semua pendukung sepak bola Italia dapat menerima kembalinya sang juru taktik dengan tangan terbuka mengingat caranya meninggalkan tim nasional pada Agustus 2023. Mancini menyatakan bahwa dirinya hanya bisa membuktikan penyesalannya melalui kinerja nyata di lapangan, sembari berharap permainan berkualitas dari tim nasional bisa membuat publik perlahan memaafkan tindakannya.

“Apa yang terjadi tiga tahun lalu adalah kurangnya komunikasi antara Presiden Gabriele Gravina dan saya, karena jika kami berbicara tatap muka, hasilnya akan berbeda,” kata Mancini.

“Tim Nasional sangat penting, dan itu seperti kehilangan cinta dalam hidup Anda. Itu berarti Anda telah melakukan kesalahan. Tidak peduli seberapa baik Anda melakukannya sebelumnya, Anda jelas telah melakukan sesuatu yang salah.

Baca juga: Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Italia Kembali Krisis

“Saya menyesal atas semua yang terjadi selama tiga tahun terakhir, tetapi takdir dan Malagò (Presiden FIGC) telah memberi saya kesempatan untuk mencoba lagi. Saya akan mencoba membawa Tim Nasional kembali ke tempatnya semula.”

Federasi Italia menunjuk Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknik untuk mendampingi Mancini dalam misi pembenahan generasi dan restrukturisasi tim. Laporan media lokal menyebutkan bahwa Mancini merupakan pilihan keempat federasi setelah Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola menolak penawaran tersebut.

Menatap Era Baru Ditengah Krisis Sepak Bola Italia

Periode pertama kepemimpinan Mancini antara 2018 hingga 2023 diwarnai dinamika luar biasa. Ia sukses membangkitkan Italia dari kegagalan lolos ke Piala Dunia 2018 dengan gaya permainan menyerang yang membawa mereka menjuarai UEFA Euro 2020 serta mengukir rekor dunia 37 pertandingan tak terkalahkan.

Kini, tugas berat membentang di hadapan mantan manajer Manchester City dan Inter Milan tersebut. Tugas pertamanya adalah membangun skuad yang tangguh untuk menghadapi UEFA Nations League, di mana Italia dijadwalkan menjamu Belgia pada 25 September mendatang di Stadion Olimpico, Roma.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!