Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi menunjuk kembali Roberto Mancini sebagai pelatih kepala tim nasional Italia. Keputusan ini diambil hanya beberapa bulan setelah Gli Azzurri kembali menelan pahitnya kegagalan lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Tidak hanya memboyong kembali sang arsitek juara Euro 2020, FIGC juga menunjuk pelatih veteran Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknik guna membenahi struktur sepak bola nasional yang sedang hancur.
Langkah drastis ini diambil setelah Gennaro Gattuso dan Presiden FIGC Gabriele Gravina mengundurkan diri pada April lalu usai Italia disingkirkan Bosnia dan Herzegovina di babak play-off. Mancini, yang meninggalkan kursi kepelatihan secara kontroversial pada Agustus 2023 untuk melatih Arab Saudi, kini diberi mandat penuh untuk membangkitkan kembali raksasa yang sedang terpuruk.
Penunjukan kembali Mancini yang kini berusia 61 tahun memicu reaksi campur aduk di kalangan publik Italia. Pada periode pertamanya (2018–2023), ia mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam 37 pertandingan dan mempersembahkan trofi Euro 2020 di Stadion Wembley.
Baca juga: 'Pirlo Bukan Orang yang Tepat': Rivera Kecam Paolo Maldini dan FIGC
Namun, bayang-bayang kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022 serta keputusannya hengkang secara mendadak masih menyisakan kekecewaan mendalam bagi sebagian suporter.
Presiden FIGC yang baru, Giovanni Malagò, menegaskan bahwa penunjukan ini adalah langkah paling rasional di tengah krisis yang melanda.
“Waktu semakin singkat, rasa ingin tahu Anda sebagai media juga mendorong kami untuk bergegas, dan saya menilai orang yang seharusnya menjadi pelatih baru Italia adalah Roberto Mancini, karena sejumlah alasan,” kata Malagò.
Proses perekrutan Mancini sendiri berlangsung dramatis setelah beberapa nama besar seperti Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti menolak tawaran FIGC. Negosiasi dengan Andrea Pirlo juga kandas di tengah jalan akibat benturan regulasi, yang kemudian memicu pengunduran diri Paolo Maldini dari jabatan direktur teknik.
Kondisi tersebut mendorong FIGC bergerak cepat menunjuk Claudio Ranieri. Mantan pelatih Leicester City berusia 74 tahun itu ditugaskan memimpin reorientasi taktis, pembenahan sistem pembinaan usia muda, serta koordinasi teknis di seluruh tingkatan tim nasional.
“Dengan apa yang terjadi kemarin, saya membutuhkan seseorang yang dapat berbagi visi saya tentang siapa yang akan menjadi pelatih Italia, karena harus ada visi bersama dengan Presiden dan direktur teknik Club Italia. Visi bersama tentang Mancini ini tidak ada pada Paolo Maldini,” tambah Malagò.
Baca juga: Ranieri Siap Mengabdi: "Jika Panggilan Italia Datang, Jawabannya Adalah Ya"
“Orang yang saya ajak berbagi visi itu adalah Claudio Ranieri, yang beberapa menit lalu menjamin akan mengambil peran tersebut. Dialah orang yang akan mengambil peran yang sangat penting dan sensitif ini.
“Kami sudah berbicara melalui telepon, dan besok akan ada konferensi pers dengan Roberto Mancini dan Claudio Ranieri pada pukul 18.00.”
Tidak ada waktu bagi Mancini untuk bernostalgia. Gli Azzurri bakal langsung diuji dalam laga-laga krusial UEFA Nations League melawan tim-tim kuat seperti Prancis, Belgia, dan Turki.
Dengan waktu persiapan yang sangat singkat sebelum debut pertamanya di periode kedua ini, Mancini dituntut segera mengembalikan kepercayaan diri para pemain yang sedang merosot tajam.
Apakah kembalinya Mancini mampu mengulang keajaiban musim panas 2021, atau justru mempertegas krisis sepak bola Italia? Yang pasti, publik Azzurri kini menggantungkan harapan besar pada sosok yang pernah membawa mereka ke puncak kejayaan Eropa.