Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih Como, Cesc Fàbregas, menyambut positif keputusan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang menunjuk kembali Roberto Mancini sebagai juru taktik tim nasional Italia. Mantan gelandang timnas Spanyol itu melayangkan pujian setinggi langit bagi Mancini, menilai arsitek berusia 61 tahun tersebut sebagai sosok pemenang sejati yang selalu mengusung permainan mengalir dan berkualitas.
Penunjukan Mancini terjadi di tengah masa krisis Gli Azzurri yang kembali menelan kepahitan akibat gagal menembus putaran final Piala Dunia untuk tiga kali beruntun. Kehadiran kembali juru taktik yang pernah mengantar Italia menjuarai Euro 2020 ini diyakini Fàbregas sebagai langkah paling tepat untuk mengembalikan martabat dan tradisi pemenang dalam tubuh tim nasional.
Fàbregas, yang saat ini tengah mengukir reputasi kepelatihan yang mengesankan di Serie A bersama Como, mengaku sudah lama mengagumi filosofi melatih Mancini. Kekaguman tersebut bahkan sudah tumbuh sejak juru taktik asal Italia itu membawa Manchester City meraih gelar Premier League bersejarah.
Baca juga: Roberto Mancini Resmi Kembali Tukangi Timnas Italia
“Saya selalu menyukai Mancini, saya juga pernah mengikutinya saat masih di Manchester City,” kata Fabregas.
“Saya pernah berbicara dengannya beberapa kali, dia seorang pemenang, dia menuntut, dan dia memainkan sepak bola yang bagus. Dia membuktikan bagaimana melakukannya ketika memenangkan Kejuaraan Eropa. Saya sangat senang untuknya.”
Dukungan terbuka dari Fàbregas memberikan dorongan moral penting bagi Mancini yang kembali ke kursi panas Azzurri di tengah dinamika tekanan publik.
Baca juga: 'Pirlo Bukan Orang yang Tepat': Rivera Kecam Paolo Maldini dan FIGC
Sebagai salah satu peracik taktik muda paling potensial di Serie A, pengakuan Fàbregas terhadap filosofi permainan Mancini menegaskan respek tinggi yang dimiliki sang senior di mata para praktisi sepak bola modern.
Mancini kini dihadapkan pada tantangan besar untuk merombak mentalitas dan kedalaman skuad Italia. Namun, dengan rekor 37 laga tak terkalahkan yang pernah ia ukir pada periode pertamanya, dorongan optimisme dari figur seperti Fàbregas menjadi sinyal positif bahwa ruang ganti dan komunitas sepak bola Italia siap memberikan dukungan penuh.