Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Andrea Pirlo secara resmi mengonfirmasi bahwa dirinya tidak lagi masuk dalam bursa calon pelatih kepala tim nasional Italia. Reuni romantis yang diimpikan antara sang ikon Piala Dunia 2006 dan Azzurri tersebut berakhir secara dramatis, memaksa Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memulai kembali pencarian pelatih dari awal.
Pria berusia 47 tahun tersebut akhirnya buka suara melalui pernyataan terbuka. Ia mengungkapkan rasa "pahit" yang mendalam setelah proses negosiasi berantakan akibat komplikasi komersial yang melibatkan kesepakatan sponsor pribadinya dengan sebuah perusahaan taruhan.
Mantan gelandang Juventus dan AC Milan tersebut sebelumnya muncul sebagai kandidat utama untuk memimpin era baru Italia. Didukung penuh oleh Direktur Teknik FIGC Paolo Maldini serta Penasihat Khusus Leonardo, beberapa laporan bahkan menyebutkan Pirlo telah menyetujui kesepakatan lisan untuk kontrak berdurasi empat tahun senilai €1,5 juta per musim.
Baca juga: Andrea Pirlo Sepakat Jadi Pelatih Kepala Baru Timnas Italia
Namun, regulasi ketat di Italia yang mengatur promosi judi dan posisi instansi olahraga publik membuat peran Pirlo sebagai duta merek global (brand ambassador) perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet, menjadi ganjalan utama yang tak terselesaikan.
Menyampaikan secara terbuka di media sosial, Pirlo tak berusaha menyembunyikan kekecewaannya.
"Setelah mengetahui tadi malam bahwa saya bukan lagi kandidat untuk memimpin tim nasional Italia, saya merasa berkewajiban untuk mengklarifikasi beberapa poin," tulis Pirlo di media sosial.
"Selama beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan sangat pahit perdebatan yang berkembang seputar nama saya dan kemungkinan untuk mengambil peran sebagai Pelatih Kepala tim nasional Italia.
"Sepanjang karier saya, pertama sebagai pemain dan sekarang sebagai pelatih, saya selalu menjalankan pekerjaan saya sepenuhnya sesuai dengan hukum negara tempat saya bekerja dan dengan kontrak yang telah saya tandatangani."
Kegagalan mendadak dalam negosiasi ini menempatkan Direktur Teknik Paolo Maldini dalam posisi yang sulit. Federasi sebelumnya mengalihkan fokus ke Pirlo setelah pendekatan terhadap manajer kelas dunia seperti Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti tidak membuahkan hasil.
Baca juga: Peluang Pirlo Jadi Pelatih Timnas Italia Terancam Krisis
Dengan mundurnya sang legenda yang kini memilih bertahan di klubnya saat ini, Dubai United, FIGC harus bergerak cepat mencari figur baru yang mampu membawa stabilitas serta kepatuhan regulasi ke dalam tubuh tim nasional.