Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), Patrice Motsepe, resmi mengumumkan rencana transformasi bersejarah bagi turnamen paling bergengsi di benua tersebut. Dalam konferensi pers usai rapat Komite Eksekutif di Kairo, Minggu (29/03/2026), Motsepe menyatakan bahwa jumlah peserta Piala Afrika (AFCON) akan ditambah dari 24 menjadi 28 tim.

Langkah ini menandai ekspansi kedua dalam satu dekade terakhir, setelah sebelumnya jumlah peserta ditingkatkan dari 16 menjadi 24 pada edisi 2019 silam.

Komitmen Terhadap Standar Dunia

Dalam keterangannya, Motsepe menekankan bahwa penambahan kuota ini merupakan bukti komitmen CAF untuk meningkatkan level sepak bola Afrika ke standar global. 

Baca juga: Daftar Juara Piala Afrika

“Ini adalah bukti komitmen kami terhadap sepak bola kelas dunia, dengan para pemain Afrika terbaik dari seluruh dunia kembali untuk berkompetisi di benua ini,” kata Motsepe.

Meskipun pengumuman ini disambut antusias, Motsepe belum merinci secara teknis bagaimana format turnamen dengan 28 tim ini akan dijalankan. 

Penambahan empat tim ekstra diprediksi akan mengubah struktur babak grup yang selama ini menggunakan format enam grup berisi masing-masing empat tim.

Perubahan Siklus dan Inovasi Baru

Selain ekspansi jumlah peserta, CAF juga mengumumkan beberapa kebijakan strategis lainnya yang akan mengubah kalender sepak bola Afrika secara signifikan, yaitu mulai setelah edisi 2028, AFCON akan berubah menjadi turnamen empat tahunan, menyelaraskan diri dengan siklus Piala Dunia dan Euro.

Selain itu, sebagai pengisi kekosongan di antara siklus empat tahunan tersebut, CAF akan meluncurkan kompetisi baru African Nations League mulai tahun 2029 yang diadakan setiap tahun, dengan turnamen final berisi 16 tim setiap dua tahun.

Motsepe menegaskan komitmennya untuk mengembangkan potensi besar di wilayah Afrika Timur, yang dibuktikan dengan tetap berjalannya rencana tuan rumah bersama Kenya, Tanzania, dan Uganda untuk edisi 2027 (tetap dengan format 24 tim).

Baca juga: Daftar Raja Gol Sepanjang Masa Piala Afrika

Memperbaiki Citra Pasca-Kontroversi

Pengumuman ini juga dipandang sebagai upaya CAF untuk memulihkan citra organisasi menyusul drama yang terjadi pada final AFCON Januari lalu di Rabat. 

Seperti diketahui, laga final tersebut sempat diwarnai aksi mogok pemain Senegal sebelum akhirnya mereka menang 1-0 atas Maroko, meski gelar tersebut kemudian dicabut oleh Dewan Banding CAF dan kini sedang dalam proses gugatan di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Dengan ekspansi ini, lebih dari separuh anggota CAF (54 negara) kini memiliki peluang lebih besar untuk tampil di panggung utama, memberikan harapan baru bagi negara-negara berkembang di benua hitam untuk merasakan atmosfer kompetisi elit internasional.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!