Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 1957, Piala Afrika (AFCON) telah bertransformasi dari turnamen kecil beranggotakan tiga negara menjadi panggung megah yang memamerkan talenta-talenta terbaik benua hitam. 

Dari era dominasi Mesir hingga kebangkitan kekuatan baru seperti Senegal, trofi berlapis emas ini telah menjadi simbol supremasi sepak bola tertinggi di Afrika.

Berikut adalah laporan mendalam mengenai peta kekuatan dan sejarah para juara di turnamen paling bergengsi di benua Afrika tersebut.

Dominasi Mesir Tak Terbantahkan

Jika berbicara soal sejarah AFCON, nama Mesir mutlak berada di posisi teratas. Dengan koleksi 7 gelar juara, Mesir tetap menjadi negara paling sukses dalam sejarah turnamen. 

Baca juga: Daftar Raja Gol Sepanjang Masa Piala Afrika

Momen paling ikonik mereka terjadi pada periode 2006 hingga 2010, di mana mereka mencatatkan hat-trick gelar juara berturut-turut, sebuah rekor yang hingga kini belum mampu disamai oleh negara mana pun.

Namun, posisi mereka terus dibayangi oleh Kamerun (5 gelar) dan Ghana (4 gelar). Kamerun, yang dikenal dengan julukan The Indomitable Lions, menunjukkan konsistensi luar biasa dengan gelar terakhir mereka pada 2017, sementara Ghana terus berambisi mengakhiri puasa gelar panjang mereka yang telah berlangsung sejak 1982.

Daftar Juara

Hingga edisi terbaru tahun 2025/2026, tercatat ada 15 negara berbeda yang pernah merasakan takhta juara Afrika.

Mesir: 7 (1957, 1959, 1986, 1998, 2006, 2008, 2010)

Kamerun: 5 (1984, 1988, 2000, 2002, 2017)

Ghana: 4 (1963, 1965, 1978, 1982)

Baca juga: Daftar Tuan Rumah Piala Afrika

Nigeria: 3 (1980, 1994, 2013)

Pantai Gading: 3 (1992, 2015, 2023)

Aljazair: 2 (1990, 2019)

RD Kongo: 2 (1968, 1974)

Senegal: 2 (2021, 2025)

Ethiopia: 1 (1962)

Sudan: 1 (1970)

Maroko: 1 (1976)

Zambia: 1 (2012)

Tunisia: 1 (2004)

Afrika Selatan: 1 (1996)

Kongo: 1 (1972)

Baca juga: Piala Afrika 2025: Senegal Secara Dramatis Rebut Gelar usai Bungkam Maroko

Kebangkitan Kekuatan Baru: Era Senegal

Dalam beberapa tahun terakhir, peta persaingan mulai bergeser. Senegal, yang sempat dijuluki sebagai tim terbaik yang belum pernah juara, akhirnya memecah kebuntuan pada edisi 2021 di Kamerun. 

Dipimpin oleh bintang-bintang global, mereka kembali membuktikan taringnya dengan mempertahankan status sebagai salah satu tim terkuat di edisi 2025 yang baru saja usai, di mana mereka mengalahkan Maroko di partai final.

Kemenangan dramatis Pantai Gading sebagai tuan rumah pada edisi 2023 juga menjadi catatan sejarah penting, membuktikan bahwa faktor mentalitas dan dukungan publik sendiri masih menjadi senjata ampuh di turnamen ini.

Seiring dengan bertambahnya jumlah peserta menjadi 24 tim sejak edisi 2019, persaingan di AFCON kini jauh lebih kompetitif. Negara-negara kecil mulai berani memberikan kejutan, memastikan bahwa setiap edisi selalu menghadirkan cerita baru bagi sejarah sepak bola dunia.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!