Pelatih Tim Nasional Italia, Roberto Mancini, menegaskan sikapnya menjelang pembukaan UEFA Nations League. Menghadapi jadwal padat kontra Belgia, Turki, dan Prancis, juru taktik berusia 61 tahun itu memberikan pembelaan sengit atas keputusannya memanggil sembilan pemain debutan sekaligus mencoret sejumlah pilar senior yang menjadi langganan timnas.   

Mancini resmi memulai periode keduanya menukangi Gli Azzurri setelah dinamika musim panas yang bergejolak di tubuh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Di tengah rasa trauma suporter akibat kegagalan melangkah ke Piala Dunia tiga kali beruntun, Mancini mengambil langkah berani untuk memanggil wajah-wajah baru ke skuad.

Jawaban Atas Dilema dan Kritik Skuad

Dalam sesi konferensi pers menjelang pemusatan latihan di Coverciano, Mancini menepis tuduhan bahwa dirinya melakukan eksperimen berisiko tinggi. 

Mantan pelatih Manchester City tersebut menegaskan bahwa langkah regenerasi ini merupakan kebutuhan mendesak demi memetakan potensi terbaik Italia di masa depan.   

“Seandainya saya memanggil semua pemain berpengalaman—bukan sekadar pemain tua—Anda pasti akan berkomentar, ‘pemain-pemain itu lagi, itu lagi,’” kata Mancini.

Baca juga: Maldini Ungkap Alasan Dua Pelatih Muda Italia Batal Nakhodai Azzurri

“Menurut saya, langkah ini tepat untuk mengenal para pemain muda demi membangun tim yang kuat untuk masa depan, serta memahami siapa saja yang bisa terus bersama kami dalam empat tahun ke depan. 

“Kami membutuhkan lebih banyak pemain daripada biasanya karena ada empat pertandingan yang harus dijalani dan kami ingin melihat langsung penampilan mereka di lapangan.”

Mancini juga secara terbuka menanggapi kekecewaan mendalam para pendukung Azzurri. Ia meminta publik untuk menyatukan dukungan dan berfokus pada proses pembentukan era baru daripada terus meratapi masa lalu.

"Masa lalu tidak berlaku lagi saat ini. Ketika seorang pendukung merasa dikhianati oleh kegagalan masa lalu, mereka memiliki setiap hak untuk merasa kecewa, dan kita harus memahaminya,” tambahnya.

“Tugas kami sekarang adalah bekerja dengan benar dan membawa tim nasional kembali ke tempat yang seharusnya agar situasi menjadi tenang."

Deretan Wajah Baru dan Tinggalkan Veteran

Sembilan pemain yang menerima panggilan perdana ke skuad senior Azzurri didominasi oleh talenta muda yang berkarier di dalam maupun luar negeri. Di antaranya adalah bek sayap Brentford Michael Kayode, talenta muda Borussia Dortmund Samuele Inacio, penyerang Nürnberg Mohamed Ali Zoma, serta bek Roma Daniele Ghilardi. 

Langkah ini sekaligus memperlihatkan tekad Mancini memperluas jangkauan pencarian bakat hingga ke luar kompetisi domestik Serie A.   

Di sisi lain, keputusan paling mengejutkan jatuh pada pencoretan penyerang Mateo Retegui. Meski tengah tampil tajam di kompetisi Arab Saudi dengan mengemas empat gol dalam tujuh laga, striker naturalisasi yang sempat menjadi andalan Mancini di periode pertamanya itu justru ditinggalkan. 

Baca juga: Paolo Maldini Buka-Bukaan Soal Batalnya Pep Guardiola Latih Timnas Italia

Sebagai gantinya, Mancini memberikan kesempatan kembali kepada Nicolò Fagioli, Nicolò Zaniolo, serta memanggil kembali Rolando Mandragora.   

“Kami tidak tahu berapa lama proses ini akan memakan waktu, tetapi kami harus bergerak cepat untuk memahami para pemain yang kami miliki dan mengetahui apa yang bisa mereka berikan di masa depan. Beberapa pemain berpengalaman tidak ikut serta, namun mereka mungkin akan berguna nantinya,” ujar Mancini.

“Kami sudah mengenal mereka, jadi kami ingin mengenal lebih jauh para pemain muda. Kami akan menghadapi pertandingan-pertandingan penting—laga resmi sejak awal—di mana tidak ada ruang untuk melakukan kesalahan. Kami harus menang dan memperbaiki posisi kami di peringkat.”

Ujian Berat di Panggung Nations League

Rangkaian empat pertandingan dalam rentang 11 hari akan menjadi ujian perdana yang sangat krusial bagi kepemimpinan Mancini. Gli Azzurri dijadwalkan membuka petualangan mereka dengan menjamu Belgia di Stadio Olimpico, Roma, pada Sabtu mendatang, sebelum bertolak ke Bursa untuk menghadapi Turki. 

Setelah itu, Italia bakal bertandang ke markas Prancis di Stade de France dan menutup rangkaian laga dengan kembali menjamu Turki di Bologna.   

Dengan kombinasi tulang punggung berpengalaman seperti Gianluigi Donnarumma, Alessandro Bastoni, dan Nicolò Barella yang memandu deretan pemain muda, Mancini berharap Gli Azzurri dapat langsung menunjukkan sinyal kebangkitan sejak laga perdana.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!