Kritik Tajam Doku, Sebut Belgia Tampil Buruk di Babak Kualifikasi
Tim Nasional Belgia memang hanya membutuhkan kemenangan melawan tim gurem Liechtenstein di kandang sendiri pada Selasa mendatang untuk mengunci tempat di Piala Dunia FIFA 2026. Namun, euforia itu telah diredam secara tegas oleh salah satu talenta paling menjanjikan mereka, Jérémy Doku, yang mengkritik keras performa The Red Devils sepanjang kampanye kualifikasi.
Berbicara setelah Belgia hanya bermain imbang 1-1 saat tandang ke Kazakhstan, hasil yang menunda kepastian kualifikasi mereka, Doku menyampaikan kekecewaannya secara terbuka.
"Kami sudah kehilangan terlalu banyak poin karena kami tidak cukup baik dalam sebagian besar pertandingan," ujar Doku. "Kualifikasi kami jelas tidak berjalan dengan baik. Ini adalah kurangnya efisiensi."
Bantah Bergantung dengan Pemain Bintang
Kritik pedas dari winger berusia 23 tahun ini berpusat pada ketergantungan tim terhadap para pemain bintang yang sedang cedera. Belgia harus bermain tanpa trio pilar mereka: Thibaut Courtois, Kevin De Bruyne, dan Romelu Lukaku.
Baca juga: Hadiah Laga ke-1.000, Guardiola Puji Doku Usai Man City Hajar Liverpool 3-0
Ketika ditanya apakah absennya trio veteran tersebut dapat menjadi alasan atas hasil imbang yang mengecewakan melawan tim yang jauh di bawah mereka, Doku menggelengkan kepala.
"Kevin, Romelu, Thibaut... jika kami membutuhkan mereka untuk menang melawan Kazakhstan, maka kami tidak akan bisa melakukan apa-apa di Piala Dunia," tandas Doku. "Saya pikir, jika kami ingin menjadi signifikan di Piala Dunia, kami harus mampu memenangkan pertandingan seperti ini."
Doku, yang merupakan salah satu pemain terbaik Belgia saat menghadapi Kazakhstan, menekankan bahwa tanggung jawab atas performa buruk ini harus dipikul oleh semua pihak di tim.
"Semua orang perlu melakukan yang lebih baik. Pelatih, saya sendiri, semua orang," tambahnya.
Peluang Terakhir untuk Membuktikan Diri
Belgia sempat membuang peluang untuk mengunci kualifikasi lebih awal setelah ditahan imbang oleh tim Kazakhstan. Doku bahkan menyinggung kurangnya analisis tim terhadap lawan.
"Kami melihat tim ini dan mengira mereka akan bermain panjang, tetapi kemudian mereka bermain pendek dan mulai bermain sepak bola," jelasnya.
"Pertandingan itu benar-benar berbeda dengan pertandingan terakhir kami. Mungkin kami kurang menganalisis lawan. Itu tidak masalah. Kami hanya perlu menyelesaikan peluang kami, lalu kami akan menyelesaikan permutasi.
Baca juga: Belgia ke Puncak Grup J usai Menang Dramatis 4-2 atas Wales
Kini, The Red Devils memiliki kesempatan terakhir untuk menjawab kritik dan menyempurnakan kualifikasi mereka saat menghadapi Liechtenstein, tim yang menjadi juru kunci Grup J dan belum mencetak satu gol pun.
Pertandingan ini bukan hanya tentang mengumpulkan tiga poin yang diperlukan, tetapi tentang memulihkan martabat dan menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk bersaing di turnamen besar tanpa bergantung pada keajaiban individu.