Pelatih tim nasional Curacao, Fred Rutten, mengirimkan pesan peringatan kepada para raksasa sepak bola dunia: jangan pernah meremehkan si kecil dari Karibia. Berbicara menjelang laga persahabatan melawan Australia di Melbourne, suksesor Dick Advocaat ini menegaskan bahwa Curacao tidak datang ke putaran final Piala Dunia 2026 hanya untuk berwisata atau menjadi lumbung gol bagi tim lain.

Negara kepulauan dengan populasi hanya sekitar 156.000 jiwa ini telah mencatatkan sejarah sebagai negara terkecil, baik dari segi populasi maupun luas wilayah, yang pernah lolos ke putaran final Piala Dunia. Namun bagi Rutten, status tersebut hanyalah label di atas kertas yang tidak akan menghalangi semangat juang anak asuhnya.

Semangat Juang Tim Kecil

Rutten menekankan bahwa mentalitas skuadnya telah teruji selama babak kualifikasi CONCACAF yang melelahkan. 

Curacao berhasil melaju tanpa terkalahkan dalam sepuluh pertandingan kualifikasi, sebuah catatan yang menurut Rutten menjadi modal berharga untuk menghadapi Grup E yang dihuni oleh Jerman, Pantai Gading, dan Ekuador.

Baca juga: Dick Advocaat Mundur dari Timnas Curacao Demi Sang Putri

"Kami memiliki tiga kesempatan, dan kesempatan pertama adalah melawan Jerman," ujar Rutten. 

"Bagi kami, turnamen ini tidak berakhir di laga pertama. Secara umum, jika itu kejuaraan dunia atau kejuaraan Eropa, selalu ada kejutan. Mengapa hal itu tidak bisa terjadi pada kami tahun ini? Kami memiliki tim petarung yang tidak pernah menyerah."

Fondasi Advocaat dan Adaptasi Rutten

Fred Rutten, yang baru mengambil alih kursi kepelatihan pada Februari lalu setelah Dick Advocaat mengundurkan diri karena alasan pribadi, memilih untuk mempertahankan kerangka taktis yang sudah solid. 

Ia percaya bahwa melakukan perubahan drastis sesaat sebelum turnamen dimulai adalah langkah yang kurang bijak.

Meskipun Curacao baru saja menelan kekalahan 0-2 dari China dalam laga uji coba di Sydney Jumat lalu, Rutten melihat proses aklimatisasi pemainnya semakin membaik. Laga melawan Australia malam ini dianggap sebagai simulasi fisik yang sempurna sebelum mereka terbang ke Amerika Utara pada bulan Juni mendatang.

Kekuatan Diaspora dan Pemain Kunci

Keyakinan Rutten didukung oleh keberadaan para pemain berpengalaman yang merumput di liga-liga elit Eropa. 

Baca juga: McClaren Mundur usai Jamaica Gagal Lolos Otomatis ke Piala Dunia, Curacao Cetak Sejarah

Nama-nama seperti kapten Leandro Bacuna, adiknya Juninho Bacuna, serta eks bintang Manchester United, Tahith Chong, menjadi pilar utama yang memberikan mentalitas profesional ke dalam tim.

Dengan kombinasi antara teknik khas sekolah sepak bola Belanda dan determinasi fisik para pemainnya, Curacao berharap bisa menjadi tim kecil yang akan dicintai dunia melalui kejutan-kejutan tak terduga di panggung global nanti.

Jadwal Grup E Curacao di Piala Dunia 2026:

14 Juni: vs Jerman (Houston)

20 Juni: vs Ekuador (Kansas City)

25 Juni: vs Pantai Gading (Philadelphia)

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!