Malam yang seharusnya menjadi perayaan kepastian lolosnya Tim Nasional Jamaika ke Piala Dunia 2026 berakhir dengan kekecewaan pahit dan pengumuman mengejutkan. Pelatih kepala Steve McClaren secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya, menyusul hasil imbang 0-0 yang memilukan melawan Curacao.

Hasil tersebut secara matematis membuat The Reggae Boyz gagal meraih tiket otomatis dari Grup B Kualifikasi CONCACAF, dan justru mengirimkan Curacao, negara debutan dengan populasi terkecil di dunia yang lolos ke putaran final Piala Dunia.

Tanggung Jawab dan Air Mata

McClaren, yang mengambil alih kursi pelatih pada Juli 2024 setelah meninggalkan staf kepelatihan Manchester United, tidak menunggu federasi mengambil tindakan. 

Dalam konferensi pers pasca pertandingan yang emosional, mantan manajer Inggris itu dengan tegas mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan tersebut. Bahkan, asisten manajer Dean Gorre kemudian mengungkapkan bahwa McClaren sempat menangis di pinggir lapangan setelah peluit panjang dibunyikan.

"Selama 18 bulan terakhir, saya telah memberikan segalanya untuk pekerjaan ini," ujar McClaren. "Memimpin tim ini adalah salah satu kehormatan terbesar dalam karier saya. Tetapi sepak bola adalah bisnis yang bertumpu pada hasil, dan malam ini kami gagal mencapai tujuan kami, yaitu lolos dari grup ini."

Baca juga: Daftar Lengkap Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia FIFA 2026

"Adalah tanggung jawab seorang pemimpin untuk melangkah maju, mengambil tanggung jawab, dan membuat keputusan demi kepentingan terbaik tim. Setelah refleksi mendalam dan penilaian jujur tentang di mana kami berada, saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Tim Nasional Jamaika.”

"Terkadang hal terbaik yang dapat dilakukan seorang pemimpin adalah mengenali kapan suara segar, energi baru, dan perspektif berbeda dibutuhkan untuk memajukan tim ini."

Keputusan McClaren membuka kembali kenangan pahit kegagalannya membawa Inggris ke Euro 2008. Sekali lagi, ia membayar mahal atas kegagalan mencapai turnamen besar, kali ini di Karibia.

Kisah Curacao: Negara Terkecil di Panggung Dunia

Bagi Jamaica, hasil imbang tersebut adalah mimpi buruk. Mereka datang sebagai favorit grup, didukung oleh sejumlah talenta berbasis di Eropa. Mereka mendominasi pertandingan dan tiga kali membentur tiang gawang di babak kedua, namun ketidakmampuan mencetak gol terbukti fatal.

Di sisi lain, hasil imbang itu menjadi keajaiban bagi Curacao, sebuah pulau kecil di Belanda Karibia yang memiliki populasi hanya sekitar 156.000 jiwa. Di bawah arahan pelatih veteran Belanda, Dick Advocaat, The Blue Wave secara resmi menjadi negara terkecil berdasarkan populasi yang pernah lolos ke Piala Dunia FIFA.

Peluang Terakhir: Play-off Antar-Konfederasi Menanti

Meskipun gagal lolos otomatis, Jamaica masih memiliki kesempatan kedua melalui Turnamen Play-off Antar-Konfederasi yang akan diadakan di Meksiko pada Maret 2026.

Baca juga: Play-off Eropa dan Antar-Konfederasi Siap Tentukan 6 Slot Terakhir Piala Dunia 2026

Jamaica kini harus merekrut pelatih baru secepatnya untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang jauh lebih berat. Mereka akan bertarung dalam turnamen mini enam tim, yang juga melibatkan nama-nama seperti Irak, DR Kongo, Bolivia, Suriname, dan Kaledonia Baru, untuk memperebutkan dua slot terakhir Piala Dunia.

Dengan undian play-off yang akan diadakan hari ini, Kamis 20 November, Federasi Sepak Bola Jamaica (JFF) kini berada di bawah tekanan besar untuk menunjuk pemimpin baru yang dapat menyalurkan kembali fokus tim demi mimpi Piala Dunia pertama sejak tahun 1998.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!