Carlo Ancelotti Janjikan Sepak Bola Menghibur dan Waspadai Krisis Bek Sayap Brasil
Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, pelatih tim nasional Brasil, Carlo Ancelotti, memberikan gambaran menarik mengenai identitas taktik yang ingin ia usung bersama Seleção. Pelatih kawakan asal Italia itu membandingkan DNA sepak bola anak asuhnya dengan energi yang meluap-luap dari perayaan Karnaval, penuh dengan kegembiraan, bakat, namun tetap membutuhkan organisasi yang presisi.
Dalam wawancara eksklusif bersama media Brasil, SBT, yang dilansir dari Goal.com, Ancelotti berbicara mengenai proses adaptasi budayanya dan bagaimana hal itu memengaruhi visi olahraganya.
Filosofi Sepak Bola Brasil
Ancelotti, yang mengambil alih kursi kepelatihan Brasil pada tahun 2025 setelah periode sukses di Real Madrid, mengaku sangat terkesan dengan budaya lokal yang ia rasakan selama awal tahun 2026 ini.
Baginya, sepak bola Brasil harus menjadi representasi dari jiwa bangsa tersebut.
“Yang terpenting adalah DNA tim nasional. DNA Brasil adalah talenta, energi, dan kegembiraan. Saya ingin membandingkan sepak bola Brasil dengan Karnaval,” kata Ancelotti.
Baca juga: CBF Isyaratkan Perpanjangan Kontrak Carlo Ancelotti Bersama Timnas Brazil
“Karnaval adalah hal baru bagi saya, saya mengerti bahwa Karnaval memiliki banyak energi, kegembiraan, seni, bakat. Dan banyak organisasi. Mengatur semua pawai, dengan waktu yang tepat, semua ini harus kita masukkan ke dalam tim nasional. Kegembiraan dan talenta yang dibungkus dengan organisasi matang."
Don Carlo berjanji bahwa Brasil akan memainkan gaya sepak bola menyerang yang menghibur, selaras dengan melimpahnya stok penyerang kelas dunia seperti Vinicius Junior, hingga bintang muda Endrick.
Krisis di Sisi Lapangan
Meski optimis dengan lini serang, Ancelotti tidak menutup mata terhadap titik lemah skuadnya.
Ia secara terbuka mengakui adanya kekurangan kedalaman di posisi bek sayap tradisional, sebuah area yang secara historis merupakan kekuatan utama Brasil melalui nama-nama seperti Roberto Carlos atau Dani Alves.
Untuk mensiasati hal tersebut, Ancelotti mengisyaratkan pendekatan taktis yang lebih pragmatis. Ia mengaku tidak keberatan menempatkan bek tengah yang memiliki mobilitas tinggi untuk mengisi posisi bek sayap demi menjaga keseimbangan tim.
"Saya tidak masalah menempatkan bek tengah di posisi bek sayap. Hal terpenting bagi tim adalah keseimbangan,” jelas Ancelotti.
“Jika Anda memiliki pemain sayap yang banyak membantu, Anda tidak membutuhkan bek sayap yang juga banyak membantu. Eder Militao bermain sangat baik melawan Senegal di posisi itu, Marquinhos juga pernah melakukannya.”
“Dalam panggilan ini, saya ingin menguji Roger Ibanez. Kita dapat menemukan profil pemain yang dapat membantu tim memiliki keseimbangan yang baik di lapangan."
Baca juga: Rodrygo Absen Hingga Akhir Musim dan Piala Dunia 2026
Persiapan Terakhir di Amerika Serikat
Brasil saat ini tengah menjalani pemusatan latihan di Orlando, Amerika Serikat, untuk menghadapi dua laga uji coba krusial melawan Prancis (27 Maret) dan Kroasia (1 April).
Laga-laga ini akan menjadi ujian terakhir sebelum Ancelotti meresmikan daftar 26 pemain yang akan dibawa ke putaran final Piala Dunia.
Dengan absennya Neymar yang masih dalam proses pemulihan fisik dan tidak dipanggil dalam skuad Maret ini serta Rodrygo yang mengalami cedera ACL, publik Brasil kini menanti apakah "Sepak Bola Karnaval" ala Ancelotti benar-benar mampu membawa pulang bintang keenam di dada mereka.