Stadion Philips menjadi saksi ketangguhan mental skuad asuhan Ronald Koeman semalam. Meski harus bermain dengan 10 orang selama hampir 80 menit pertandingan, tim nasional Belanda berhasil memaksakan hasil imbang 1-1 melawan Ekuador dalam laga uji coba internasional terakhir mereka di bulan Maret ini.

Kartu merah cepat yang diterima Denzel Dumfries mengubah total skenario pertandingan yang awalnya tampak menjanjikan bagi tuan rumah. Namun, disiplin organisasi pertahanan yang digalang Virgil van Dijk memastikan tim Oranje terhindar dari kekalahan memalukan di hadapan pendukungnya sendiri.

Gol Cepat dan Kartu Merah

Belanda sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat impresif. Hanya butuh tiga menit bagi mereka untuk memecah kebuntuan. 

Baca juga: Akui Potensi Besar, Koeman Tuntut Belanda Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026

Cody Gakpo melepaskan umpan silang tajam dari sisi kiri yang salah diantisipasi oleh bek Ekuador, Willian Pacho. Bola justru mengenai kaki Pacho dan meluncur masuk ke gawangnya sendiri, memberikan keunggulan 1-0 bagi Belanda.

Namun, kegembiraan publik Eindhoven hanya bertahan sekejap. Pada menit ke-12, sebuah kesalahan komunikasi di lini belakang memaksa Denzel Dumfries melakukan pelanggaran keras terhadap Gonzalo Plata yang sudah dalam posisi bebas menuju gawang. 

Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung untuk bek sayap Inter Milan tersebut, kartu merah tercepat ketiga dalam sejarah timnas Belanda, setelah kartu merah Wim Kieft melawan Belgia pada tahun 1985 (empat menit) dan kartu merah Bruno Martins Indi melawan Italia pada tahun 2014 (sembilan menit).

Koeman terpaksa melakukan pengorbanan taktis dengan menarik keluar Donyell Malen dan memasukkan Lutsharel Geertruida untuk menambal lubang di lini pertahanan.

Penalti Enner Valencia dan Dominasi La Tri

Unggul jumlah pemain membuat Ekuador tampil sangat dominan. Gelombang serangan balik cepat dari John Yeboah dan Moises Caicedo terus menerus merepotkan barisan belakang Belanda. 

Puncaknya terjadi pada menit ke-23 ketika kiper Mark Flekken menjatuhkan Gonzalo Plata di dalam kotak terlarang.

Enner Valencia, sang pencetak gol terbanyak sepanjang masa Ekuador, maju sebagai eksekutor. Dengan tenang, ia mengarahkan bola ke pojok bawah gawang. Meski Flekken sempat menebak arah bola dengan tepat, tendangan Valencia terlalu presisi untuk dihalau. Skor berubah menjadi 1-1.

Ekuador nyaris berbalik unggul sebelum turun minum andai tendangan keras John Yeboah tidak membentur mistar gawang. Statistik menunjukkan dominasi mutlak tim tamu dengan melepaskan 17 tembakan berbanding hanya 2 tembakan dari Belanda sepanjang laga.

Baca juga: Ekuador Kalahkan Argentina dengan Drama dan Penalti

Ujian Kedalaman Skuad Koeman

Babak kedua praktis menjadi sesi latihan bertahan bagi Belanda. Ronald Koeman memanfaatkan sisa waktu untuk menguji daya tahan fisik pemainnya. Nathan Ake dan Virgil van Dijk tampil spartan dalam menghalau umpan-umpan silang Ekuador, sementara Quinten Timber bekerja keras di lini tengah untuk memutus alur serangan lawan.

Hasil imbang ini memberikan banyak bahan evaluasi bagi Koeman sebelum ia mengumumkan skuad final untuk Piala Dunia 2026 pada 30 Mei mendatang. Terutama mengenai kedalaman skuad dan ketenangan mental pemain dalam situasi tertekan.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!