Meski baru saja mencatatkan kemenangan terbesar mereka musim ini, pelatih Juventus Luciano Spalletti justru memberikan peringatan keras kepada skuadnya. Setelah melumat Cremonese dengan skor telak 5-0 di Allianz Stadium, Selasa (13/1/2026) dini hari WIB, ia menegaskan bahwa timnya masih memiliki jalan panjang untuk bisa sejajar dengan dua rival utama mereka, Inter Milan dan Napoli.

Kemenangan ini memang membawa Bianconeri merangsek ke posisi keempat klasemen Serie A, menyamai perolehan 39 poin milik Napoli dan AS Roma. Namun, dominasi di lapangan ternyata belum cukup memuaskan standar tinggi sang allenatore.

Masih Banyak Pekerjaan Rumah

Usai pertandingan pertandingan, Spalletti mengungkapkan bahwa ia memantau dengan saksama duel sengit antara Inter Milan dan Napoli yang berakhir imbang 2-2 akhir pekan lalu. 

Baginya, intensitas dan kualitas taktik yang ditunjukkan kedua tim tersebut adalah standar yang harus dikejar oleh Juventus.

“Saya menonton pertandingan Inter-Napoli tadi malam, mereka menunjukkan level sepak bola tertinggi, sepak bola terbuka dan menyerang, dengan karakter dan ide-ide, yang mewakili pelatih mereka,” kata Spalletti.

“Saya pikir kita perlu banyak meningkatkan diri untuk mencapai level mereka, dan kita perlu mengambil langkah-langkah itu dengan cepat. Saya telah melihat upaya besar dari para pemain ini, jadi saya merasa kita dapat melakukan peningkatan tersebut.”

Baca juga: Juventus Mengamuk, Lumat Cremonese Lima Gol Tanpa Balas

Meski menang 5-0, Spalletti menyoroti beberapa momen di mana timnya kehilangan kendali permainan. Ia bahkan secara jujur menyebut adanya unsur keberuntungan, termasuk gol pembuka dari Gleison Bremer yang dianggapnya lahir dari situasi yang tidak disengaja.

Ogah Perpanjang Kontrak

Di tengah performa Juventus yang terus menanjak, meraih 24 poin dari 30 poin maksimal sejak ia mengambil alih kursi kepelatihan pada November lalu, manajemen klub dikabarkan mulai menyiapkan draf perpanjangan kontrak. 

Namun, Spalletti merespons rumor tersebut dengan jawaban yang emosional sekaligus pragmatis.

Pelatih berusia 66 tahun itu menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik membahas kontrak jangka panjang saat ini. Kontraknya yang sekarang akan berakhir pada Juni 2026, dan ia merasa lebih nyaman dengan status tersebut.

"Saya sudah mengatakannya, saya adalah satu-satunya orang yang tidak butuh kontrak saat ini," tegasnya. "Saya hanya ingin melihat para pemain ini memberi saya kegembiraan, sebuah rasa yang saya rasakan sejak saya masih kecil saat mulai bermain sepak bola. Itulah yang membuat perbedaan bagi saya, bukan kertas kontrak."

Baca juga: Juventus Menang Mudah 3-0 di Kandang Sassuolo

Dominasi Total Bianconeri

Dalam laga melawan Cremonese, Juventus tampil begitu superior. Skuad asuhan Spalletti melepaskan 18 tembakan, di mana 11 di antaranya mengarah tepat ke gawang yang dijaga kiper timnas Indonesia, Emil Audero.

Gol-gol kemenangan lahir dari kaki dan kepala Gleison Bremer, Jonathan David, Kenan Yildiz, gol bunuh diri Filippo Terracciano, dan ditutup oleh aksi Weston McKennie. Di sisi lain, Cremonese hanya mampu memberikan satu ancaman serius sepanjang 90 menit.

Kini, ujian sesungguhnya bagi mentalitas rendah hati Spalletti akan segera datang. Juventus tak lama lagi akan berhadapan langsung dengan sang mantan tim, Napoli, dalam laga yang diprediksi akan menjadi penentu peta persaingan Scudetto musim ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!