Hasil imbang 2-2 yang dramatis antara Lazio dan Atalanta pada leg pertama semifinal Coppa Italia, Kamis (5/3) dini hari WIB, meninggalkan rasa pahit bagi Maurizio Sarri. Meski timnya sempat unggul dua kali, sang allenatore merasa bahwa faktor non-teknis di tribun Stadio Olimpico menjadi penyebab utama kegagalan Biancocelesti mengamankan kemenangan.

Hanya sekitar 5.000 penonton yang hadir di dalam stadion, sementara ribuan ultras Lazio memilih berkumpul di luar sebagai bentuk protes terhadap Presiden klub, Claudio Lotito. Suasana sunyi di dalam stadion legendaris tersebut sangat kontras dengan intensitas laga di atas lapangan yang melibatkan gol-gol dari Fisayo Dele-Bashiru dan Boulaye Dia.

Kebobolan di Menit Akhir

Lazio tampil menekan sejak awal dan berhasil memimpin lewat sontekan berkelas Fisayo Dele-Bashiru. Meski Atalanta sempat menyamakan kedudukan, Boulaye Dia kembali membawa tuan rumah unggul 2-1 di babak kedua, memicu harapan bahwa satu kaki Lazio sudah berada di final.

Namun, tanpa dukungan masif dari Curva Nord, Lazio seolah kehilangan energi di sepuluh menit terakhir. Atalanta memanfaatkan situasi ini melalui gol penyama kedudukan dari Yunus Musah pada menit ke-86. Skor 2-2 bertahan hingga peluit akhir, memberikan keuntungan tipis bagi La Dea yang akan bertindak sebagai tuan rumah di leg kedua nanti di Bergamo.

Baca juga: Coppa Italia: Lazio Ditahan Imbang 2-2 Lawan Atalanta

Sentilan Sarri untuk Para Fans

Dalam konferensi pers pascapertandingan, Sarri tidak menahan diri saat membahas atmosfer stadion yang dingin.

“Sayangnya, dan saya benar-benar menyesal, tim sudah mulai terbiasa dengan situasi ini di dalam stadion. Sangat menyedihkan untuk mengatakannya, karena ini benar-benar situasi yang menyedihkan. Sekali lagi malam ini kami merasa bahwa jika ada 45.000 penonton di tribun, mungkin kami bisa membawa pulang kemenangan,” kata Sarri kepada Sport Mediaset.

Meski begitu, Sarri tetap memuji performa anak asuhnya di laga tersebut. “Kami puas dengan performa kami, karena kami bermain di level tinggi melawan tim yang kuat selama periode yang sulit ini,” ujar Sarri.

“Di sisi lain, kami menyesali hasilnya, meskipun kami tahu itu akan menjadi pertarungan sengit di Bergamo bahkan jika kami unggul satu gol.

“Meskipun demikian, tim ini menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka bisa bersaing. Masalahnya adalah melakukannya secara lebih konsisten. Mudah-mudahan, dari sekarang hingga akhir musim kita bisa menjaga hampir semua pemain tetap bugar dan sehat. Sulit ketika Anda terus-menerus tanpa enam atau tujuh pemain.”

Baca juga: Coppa Italia: Lazio Lolos ke Semifinal usai Singkirkan Bologna Lewat Adu Penalti

Boikot Terhadap Manajemen

Aksi protes ultras Lazio dipicu oleh ketidakpuasan mendalam terhadap kebijakan transfer dan manajemen klub di bawah kepemimpinan Claudio Lotito. Boikot ini telah menjadi tema berulang sepanjang musim 2025-26, yang kini mulai berdampak langsung pada performa tim di ajang piala.

Dengan hasil imbang ini, Lazio menghadapi tugas berat di Bergamo. Sarri harus menemukan cara untuk memotivasi skuatnya tanpa jaminan dukungan penuh dari tribun, sementara Atalanta kini menjadi favorit untuk melaju ke partai puncak menantang pemenang antara Como dan Inter Milan.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!