Mentalitas Baja McTominay: Napoli Pantang Menyerah Meski Dihantam Krisis Pemain
Bintang lapangan tengah Napoli, Scott McTominay, menegaskan bahwa timnya telah menghapus kata menyerah dari kamus mereka. Pernyataan ini dilontarkan usai Partenopei berhasil memaksakan hasil imbang 2-2 melawan pemuncak klasemen Inter Milan di San Siro, Senin (12/1) dini hari WIB.
McTominay, yang menjadi pahlawan dengan torehan dua golnya, menyoroti betapa berharganya satu poin tersebut mengingat badai absen yang melanda skuad asuhan Antonio Conte sebelum peluit kick-off dibunyikan.
Kami Tidak Tahu Makna Kata Menyerah
Napoli datang ke San Siro tanpa diperkuat sejumlah pilar utama yang cedera, memaksa Conte melakukan perombakan besar-besaran di lini depan dan tengah. Namun, McTominay memuji semangat juang rekan-rekannya yang mampu menahan gempuran juara bertahan di kandangnya sendiri.
“Saya selalu berpikir kami masih bisa bersaing,” kata McTominay kepada DAZN Italia.
Baca juga: Inter 2-2 Napoli: Brace McTominay Gagalkan Kemenangan Nerazzurri
“Sulit ketika kami berjuang di setiap pertandingan seperti ini, ini adalah pujian mutlak bagi para pemain, karena manajer dan staf telah menyiapkan segalanya agar kami berhasil dan tampil baik, salut kepada para pemain, karena kami tidak pernah menyerah di sini.”
Perbandingan Menohok untuk Inter
Pemain internasional Skotlandia tersebut memberikan analogi yang cukup berani untuk menggambarkan besarnya lubang yang ditinggalkan para pemain Napoli yang absen malam itu. Ia membandingkan situasi Napoli dengan skenario andai Inter harus bermain tanpa mesin gol dan otak permainan mereka.
“Para pemain memberikan segalanya. Tanpa Anguissa, tanpa Lukaku, tanpa Gilmour, tanpa De Bruyne, tanpa Rrahmani di awal musim, Neres cedera, maksud saya seolah-olah Inter Milan tidak memiliki Lautaro Martinez, tanpa Thuram, tanpa Barella, tanpa Calhanoglu,” jelasnya.
Baca juga: Chivu Tak Pusingkan Hasil Imbang Inter Lawan Napoli
Sinyal Bahaya Bagi Pesaing Scudetto
Dua gol McTominay di San Siro tidak hanya menyelamatkan Napoli dari kekalahan, tetapi juga mengirimkan pesan kuat kepada para pesaing gelar lainnya. Napoli membuktikan bahwa mereka memiliki kedalaman mental yang mampu menutupi kekurangan jumlah pemain inti.
Meski pelatih Antonio Conte harus menyaksikan perjuangan anak asuhnya dari tribun di menit-menit akhir karena kartu merah, pengaruhnya terlihat jelas dari disiplin taktis yang ditunjukkan McTominay dkk. Hasil ini menjaga Napoli tetap di posisi ketiga, hanya terpaut empat poin dari Inter di puncak klasemen.
“Tentu saja kesalahan adalah bagian dari sepak bola, Anda tidak boleh menyerah, Anda harus bangkit dan mencoba melakukan yang terbaik,” ucap McTominay, merujuk pada kesalahannya yang kehilangan bola sebelum kebobolan gol pertama.
“Semua orang melakukan kesalahan dalam sepak bola, jadi saya hanya ingin memberikan yang terbaik dan membantu tim sebisa mungkin.”