Fabregas Bangga Meski Como Tumbang di Tangan Inter Milan
Pelatih Como, Cesc Fabregas, mengaku sangat bangga dengan keberanian anak asuhnya setelah memberikan perlawanan luar biasa dalam drama kekalahan 4-3 dari Inter Milan di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Senin dini hari WIB.
Meskipun harus menelan kekalahan tipis dalam laga yang disebut-sebut sebagai salah satu pertandingan terbaik Serie A musim 2025-26 ini, Fabregas menegaskan bahwa performa timnya membuktikan Como mampu bersaing dengan siapa pun di liga.
Gemilang Melawan Pemuncak Klasemen
Como sempat membuat publik Sinigaglia bermimpi setelah unggul 2-0 di babak pertama lewat gol Alex Valle dan Nico Paz. Meski akhirnya Inter bangkit melalui aksi Marcus Thuram dan Denzel Dumfries, Como tetap berjuang hingga peluit akhir, bahkan sempat memperkecil kedudukan menjadi 4-3 di menit-menit penutup.
“Saya sangat bangga dengan para pemain saya,” kata Fabregas kepada DAZN Italia.
“Saya berada di sini sejak hari pertama kami mulai bekerja dua setengah tahun yang lalu, dan saya melihat di mana kita berada sekarang. Saya melihat keinginan untuk berkembang dan keberanian untuk bersaing melawan siapa pun yang kita hadapi.”
Baca juga: Inter Menang Comeback 4-3 atas Como, Scudetto Makin Dekat
“Saya hanya ingin mengatakan bahwa itu adalah penampilan yang bagus dan kami tidak berhenti sekarang, masih ada enam putaran lagi yang harus dimainkan ditambah Coppa Italia, dan kita akan lihat di mana kita akan berakhir.”
Tampil Tanpa Takut
Sejak mengambil alih kemudi I Lariani, mantan bintang Arsenal dan Barcelona itu memang menanamkan filosofi bermain menyerang yang berani. Fabregas memuji ketenangan para pemain mudanya, seperti Nico Paz, yang tampil dominan di lini tengah melawan pemain sekaliber Hakan Calhanoglu.
“Tim saya sekali lagi membuktikan keberanian, semangat, dan bahkan dalam kekalahan menunjukkan karakter,” tegas Fabregas.
“Memang benar kami melakukan kesalahan, tetapi ini adalah tim muda dan kami menghadapi lawan yang akan menghukum setiap kesalahan yang kami lakukan.
“Menurut saya, membicarakan taktik hari ini tidak menarik, karena kita sudah membuktikannya di lapangan. Saya lebih suka melihat statistik, dan tidak banyak tim yang mampu melepaskan 20 tembakan ke gawang melawan Inter.
“Jika Anda memberi tahu saya dua tahun lalu bahwa kita akan menantang Inter seperti ini, saya akan mengira kita hanya mengadakan pertandingan persahabatan, tetapi kita bertarung melawan mereka di lapangan yang setara.”
Baca juga: Ganas Saat Bungkam Como, Dumfries: Ini Musim yang Sulit, Tapi Inter Belum Selesai
Enggan Menatap Klasemen
Meski hasil ini membuat Como turun ke posisi kelima dengan 58 poin, selisih dua poin dari Juventus di zona Liga Champions. Fabregas menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik untuk menghitung poin atau memikirkan posisi klasemen saat ini. Baginya, fokus utama adalah evolusi permainan tim di setiap pekan.
“Saya tidak tahu posisi kami di klasemen, karena saya belum mengeceknya sejak awal musim dan saya tidak akan mengeceknya sekarang,” ucap Fabregas
“Seperti yang saya katakan, menjadi kompetitif melawan Inter hari ini merupakan langkah penting dalam proses pertumbuhan kami.”
Penampilan heroik Como malam ini memang gagal membuahkan poin, namun mereka sukses mencuri perhatian dunia sepak bola Italia. Di bawah arahan Fabregas, Como bukan lagi sekadar tim kemarin sore usai musim lalu menjadi tim promosi, melainkan kekuatan baru yang siap merepotkan tim-tim raksasa Serie A.